Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
tantangan(38) ANAK INDONESIA HARUS TANGGUH
https://jadiberita.com/76659/foto-kerasnya-perjuangan-anak-anak-pedalaman-untuk-pergi-sekolah.html

tantangan(38) ANAK INDONESIA HARUS TANGGUH

Hari Anak Nasional 2020 yang jatuh pada hari ini, 23 Juli, mengingatkan saya pada seseorang. Susilo namanya. Anak desa yang berhasil karena sejak kecil dididik mandiri oleh bapak dan emaknya.

Susilo. Ia lahir di desa yang jauh di pelosok. Untuk masuk ke desanya, kira-kira 15 kilometer lebih. Belum panjang jalan menuju ke sekolahnya. Kira-kira 30 kilometer lagi. Itu pun jalannya tidak sebaik sekarang. Jalan makadam namanya.

Susilo adalah anak yang rajin, ulet, dan semangat. Ia dan kawan-kawannya jika berangkat ke sekolah, menaiki sepeda. Jarak yang ditempuh sangat jauh untuk mencapai sekolahnya, sebuah sekolah menengah pertama negeri, satu-satunya di kecamatan itu. Kisahnya mirip kisah tokoh Lintang dalam Laskar Pelangi. Terkadang Susilo dan teman-temannya terlambat. Guru-gurunya pun maklum karena saking jauhnya.

Jalan yang dilewati Susilo dan kawan-kawan, berliku dan berbukit-bukit. Tetapi, mengendarai sepeda pergi dan pulang, tidak dirasa, bahkan memberi sensasi sendiri karena dilakukan beramai-ramai. Capek tak dihiraukan.

Jika hari hujan, ia harus memanggul sepedanya melewati jalan pintas, yakni melewati pematang sawah yag sangat luas. Mengapa harus melewati sawah-sawah? Agar cepat sampai, katanya.

Sampai di rumah, ia harus membersihkan diri dan sepeda, dari lumpur yang ada. Memanggul sepeda juga sebagai siasat agar sepedanya tidak terkena banyak lumpur.

Ia juga harus melewati jembatan. Sekarang, jembatan yang menghubungkan ke desanya, telah dimakan usia. Berkarat di sana-sini. Harus hanya satu kendaraan yang lewat. Bergantian. Apabila ada truk melewatinya, harus super hati-hati. Truk-truk harus lewat jembatan itu karena jembatan tersebut satu-satunya sarana yang menghubungkan desa tersebut dengan desa lain. Truk-truk tersebut mengangkut hasil panen dan keperluan lan. Memang ada jalan alternatif, namun sangat jauh dan jalan tidak rata.

Saat pilkada pemilihan bupati, salah satu calon bupati pergi ke desa itu untuk kampanye. Kandidat bupati melewati jembatan itu. Ia juga berjanji untuk memperbaikinya, Namun, janji tinggal janji. Setelah menjadi bupati, si calon tadi lupa akan janjinya.

“Nah, Bapak melewati jalan ini menuju ke sekolah. Jauh sekali. Sekali-kali, kalian mencoba menaiki sepeda tapak tilas kehidupan Bapak dulu.Teman-teman Bapak, yang notabene anak-anak desa, menjadi tangguh dan kuat karena ditempa alam. Kalian bisa tangguh, asal bisa mengatasi kesulitan sendiri tanpa bantuan orang lain. Ini, Dewi, saat Bapak terlambat menjemput di sekolah saja, sudah ingin nangis. Ya, bisa kan meminjam telepon sekolah, izin Mama atau Bapak untuk pulang sendiri dengan naik bemo,” kata Susilo kepada anak bungsunya.

Dewi yang mendengar perkataan Bapaknya, terlihat senyum-senyum saja.

”Bapak pun membantu kakek memikul padi yang banyak. Itu biasa. Bahkan Bapak senang bisa membantu kakek. Karena itu, kini, ketika menghadapi keadaan sulit, Bapak santai saja karena sudah melewati kehidupan yang keras,” kata Susilo kepada kedua anaknya.

Sekarang, anak-anak desa di sana, tidak lagi seperti Susilo. Alhamdulillah, di desa Susilo, sudah didirikan sekolah setingkat SMP sehingga anak-anak tidak usah jauh-jauh bersekolah.

Ah, keadaan yang dialami Susilo dan kawan-kawan, sekarang pun masih ada. Bahkan ada yang lebih parah. Seperti melewati sungai dengan hanya mengandalkan seutas tali untuk menuju ke sekolah

Banyak cerita suka dan duka anak-anak di belantara nusantara ini. Mereka mengejar ilmu. Namun, pengalaman tersebut menjadikan mereka lebih tangguh menghadapi hidup daripada anak-anak di kota yang fasilitas intrastruktur sudah tersedia dengan baik.

Ini masih satu persoalan dalam dunia pendidikan. Belum 1000 masalah yang lain. Semoga masa depan anak-anak Indonesia cerah, secerah matahari terbit di ufuk timur. Mereka harus menjadi anak yang tangguh dan tetap semangat dalam situasi apapun.

Rumahku, 23 Juli 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post