Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
tantangan(40) ALHAMDULILLAH, HANYA TERSISA 3 ZONA MERAH
https://www.suarantb.com/sekolah-di-kabupaten-bima-terapkan-belajar-daring-dan-luring/

tantangan(40) ALHAMDULILLAH, HANYA TERSISA 3 ZONA MERAH

Dilansir dari Harian Surya (22/07/2020) disebutkan bahwa di Propinsi Jawa Timur tersisa tiga daerah yang berada di Zona Merah risiko penyebaran covod-19. Tiga daerah tersebut adalah Surabaya, Gresik, dan Kota Pasuruan. Hal ini menjadi berita yang menggembirakan bagi dunia pendidikan Jawa Timur di tengah hiruk pikuknya permasalahan pendidikan di Indonesia.

Seperti yang diketahui, Jatim memiliki 38 kabupaten yang masuk zona merah. Sedangkan sejak Selasa (21/07), terdapat 28 kabupaten-kota yang tergolong zona oranye, yakni Jombang, Sampang, Pamekasan, Kota Probolinggo, Trenggalek, Kabupaten BIitar, Kabupaten Malang, Jember, Sidoarjo, Bangkalan, Sumenep, Situbondo, Nganjuk. Lalu Bojonegoro, Kabupaten Pasuruan, Magetan, Ponorogo, Banyuwangi, Kota Kediri, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Tuban, Lamongan, dan Kota Blitar.

Bondowoso, Kabupaten Madiun, Kabupaten Probolinggo, Ngawi, Tulungagung, Pacitan, dan Lumajang, termasuk zona kunig.

Saat ini, terdapat istilah yang sedang ngetrend tentang pembelajaran daring dan luring. Daring (bahasa Inggris: online) dan luring (bahasa Inggris: offline) memiliki makna tertentu dalam hal teknologi komputer dan telekomunikasi.

Secara umum, "online" menunjukkan keadaan terhubung, sementara "offline" menunjukkan keadaan terputus. Daring juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan komputer yang dapat saling bertukar informasi karena sudah terhubung ke sebuah internet.

Para guru, wali siswa, dan siswa sendiri memimpikan belajar tatap muka alias luring. Banyak faktor yang menjadikan guru, wali siswa, dan siswa lebih menyukai belajar luring, karena guru dan siswa bisa berintekasi dengan kondisi yang sesungguhnya. Guru akan lebih tahu kondisi dan kepahaman siswa dalam belajar luring. Wali siswa pun lega karena tidak selamanya mereka mendampingi anak-anaknya dalam pembelajaran daring yang menghabiskan banyak biaya. Siswa pun lebih bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu. Mereka rindu dengan sekolah dan teman-teman.

Namun, ketika mereka kembali ke sekolah, tidak serta merta situasinya seperti kondisi sebelum covid-19 merajalela. Ada prosedur dan protokol kesehatan yang harus ditaati oleh warga sekolah. Sarana dan prasarana harus siap. Terdapat kerja ektra bagi guru-guru untuk mengawasi dan membimbing siswa terutama sekolah untuk anak PAUD, TK, dan SD. Daring pun tidak langsung ditinggalkan begitu saja.

Luring dan daring. Luring setengah daring, daring setengah luring, atau apapun itu, sesungguhnya, peran guru sangat berarti. Posisi guru tak tergantikan.

Semoga dengan adanya berita gembira ini memacu semangat untuk guru, membimbing siswa-siswinya menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Rumahku, 25 Juli 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post