tantangan(53) MENJADI MISTERI SAMPAI SAAT INI
Bu Nani bersama rombongan studi budaya kelas 11, pulang dari Pulau Bali dengan kapal feri, menyeberang dari pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Saat itu kapal tidak begitu padat. Hanya rombongan Bu Nani saja yang mendominasi. Bu Nani pun duduk di ruang yang penuh dengan kursi. Di ruang tersebut terdapat televisi yang bisa dinikmati penumpang. Bu Nani dan kawan-kawan tak sekadar duduk-duduk. Mereka juga mengawasi siswa yang lalu lalang di dalam kapal.
Daripada duduk-duduk saja, Bu Nani izin ke temannya untuk salat. Kebetulan, di ruang pelampung, ada tempat untuk sholat. Saat itu sudah memasuki waktu sholat isya’. Bu Nani sendirian di sana. Setelah sholat Bu Nani melanjutkan dengan mengaji karena waktu masih lama.
Tiba-tiba saja, ruang itu menjadi gelap gulita. Di luar pun demikian. Bu Nani menghentikan ngajinya. Alhamdulillah, lampu menyala lagi. Bu Nani melanjutkan mengajinya. Eh, lampu padam lagi. Kali ini, bulu kuduk Bu Nani berdiri. Dengan perlahan, Bu Nani segera melepas rukuh dan melipatnya sambil membaca ayat kursi. Ia pun naik ke ruang atas sambil melihat ruang pelampung itu. Anehnya, ruang itu terang benderang dan lampu pun terus menyala. Waduh, ada yang iseng ini hehe. Makhluk tak kasat mata.
Rumahku, 7 Agustus 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan