tantangan(55) SIAPAKAH GURU ITU?
Dalam KBBI disebutkan bahwa guru adalah orang yang pekerjaannya atau profesinya mengajar. Undang Undang No 14 Tahun 2005 mendefinisakan guru adalah tenaga pendidik profesional di bidangnya yang memiliki tugas utama dalam mendidik, mengajar, membimbing, memberi arahan, memberi pelatihan, memberi penilaian, dan mengadakan evaluasi kepada peserta didik yang menempuh pendidikannya sejak usia dini melalui jalur formal pemerintahan berupa Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah.
Menurut saya, guru adalah, pertama, semua orang yang dapat kita ambil pelajaran dari perkataan (nasihat) dan perilaku yang baik, yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Ada seorang dosen wanita, profesor masih muda, memiliki jadwal padat tapi tetapi masih bisa memasak untuk keluarganya. Bahkan untuk 3 hari ke luar kota. Tidur pukul 21.00 dan bangun pukul 01.00, dan memulai aktivitasnya dan tidak tidur sampai pukul 21.00 lagi. Ia selalu siap membantu mahasiswanya meskipun ia sendiri repot.
Ada seorang kakek tua, pedagang bensin yang bertahun-tahun berjualan, ba’da subuh segera menggelar dagangannya. Siang, dagangannya tutup. Buka lagi sore setelah sholat ashar sampai sampai pukul 16.00. Ia tak pernah meninggalkan sholat bahkan hari Jumat, dagangan tutup pukul 10.00 untuk bersiap-siap pergi ke masjid. Sore, libur.
Ada siswa SD ketika mengaji di Taman Pendidikan Al Quran (TPA) sepulang sekolah, di sebuah masjid. Sebelum dijemput orangtua, ia memunguti sampah di sekitar masjid.Padahal siswa lain bersendau gurau dan bermain. Ternyata ia salah satu siswa teladan di sekolahnya.
Ada guru di sekolah yang tak pernah marah ketika diejek dan digoda siswanya. Ia hanya membatin mengapa ada perubahan sosial dari sikap dan perbuatan siswa sekarang. Namun ia tetap sabar. Ia percaya, siswa tersebut belum menemukan jati dirinya. Setiap berdoa, ia selalu menyelipkan doa terbaik untuk siswa-siswinya.
Orang-orang yang disebutkan di atas merupakan guru. Mereka menjadi guru karena memberi contoh bagi lingkungannya. Alangkah senangnya, apabila orang-orang di sekitarnya dapat mengambil hikmah atau pelajaran dari apa yang dilihatnya. Banyak berinteraksi dengan orang lain, kita dapat mengambil pelajaran hari mereka.
Kedua, pengalaman. Entah pengalaman sendiri atau orang lain. Pepatah mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik. Ya, pengalaman suka ataupun duka menjadi pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam melangkah. Kalau kita diuji oleh Allah, kita evaluasi diri, bukan menyalahkan orang lain. Lalu, kita melangkah dengan tekad kuat, bersemangat dalam berusaha, dan tetap berdoa.
Kita patut bersyukur berprofesi sebagai guru. Semoga amal ibadah kita mendapat ridho Sang Pencipta dan menjadi tabungan di akhirat kelak. Insya Allah.
Gresik, 9 Agustus 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
