Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
tantangan(60) MURIDKU TERSAYANG

tantangan(60) MURIDKU TERSAYANG

Di tengah polemik pembelajaran tatap muka di daerah zona oranye, muncullah lagu Muridku Tersayang yang sedang viral saat ini. Lagu ini diunggah di you tobe, 12 Agustus lalu dan kini telah ditonton 1.700 –an orang. Saya mengetahui lagu Muridku Tersayang ketika Pak Yuwono Islamy Kusryanto, admin Grup Facebook Kesharlindung (Kesejahteraan, Penghargaan, dan Pelindungan bagi tenaga profesi guru di Indonesia), DIKMEN (Pendidikan Menengah) DIKSUS (Pendidikan Khusus), dan GTK (Guru dan Tenaga kependidikan.) Kemdikbud (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan) dan membagikan tautan video balasan lagu Guruku Tersayang ini.

Lagu itu gubahan Pak Gilang Dwi Nanda, guru SLBN 1 Padang, sebagai balasan untuk lirik lagu aslinya Guruku Tersayang yang dikarang oleh Melly Guslow. Pimpinan Produksi lagu ini adalah Pak Mul Mulyadi, Kepala SLBN 1 Padang. Adaptasi Lirik oleh Bu Lifya, Pak Gilang Dwi Nanda, dan Bu Rini Agusta.

Lagu itu lahir dari kegelisahan guru-guru khususnya guru Sekolah Luar Biasa sebab Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang termasuk kelompok berisiko dalam penularan covid 19. Pak Gilang dan kawan-kawan merasa perlu menumpahkan kerinduannya dengan mengadaptasi lagu ciptaan Melly Goslow.

Narasi dari Pak Gilang.

Muridku tersayang...

Semangat Pagi...

Era New Normal mengharuskan Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ), termasuk di Sekolah Luar Biasa karena Anak Berkebutuhan Khusus termasuk golongan rentan. Sementara guru-guru tetap hadir setiap harinya ke sekolah untuk berkutit dalam pembuatan bahan ajar PJJ sebagai bekal Belajar Dari Rumah peserta didik.

Rutinitas yang terasa begitu monoton dan rasa sepi karena ketidakhadiran peserta didik, akhirnya membuat keluarga besar SLB Negeri 1 Padang mengekspersikan kerinduannya kepada peserta didik dengan menghadirkan karya kreatif ini, sekaligus sebagai Ice Breaking untuk mereka sendiri.

Semoga karya ini juga dapat menghibur dan menginspirasi kita semua...

Ya, sudah 6 bulan kita tidak bertatap muka dengan siswa. Kita mengadakan pembelajaran secara daring. Guru-guru tiap hari pergi ke sekolah untuk persiapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kalau pada masa sebelum merebaknya covid 19, sekolah ramai oleh hiruk pikuk suara siswa, sekarang sekolah sunyi sepi.

Begini liriknya:

MURIDKU TERSAYANG

Pagiku cerahku

Matahari bersinar

Kusandang tas laptopku di pundak

***

Selamat pagi semua

Kunantikan dirimu

Di depan kelasmu

Meski kelas sepi

***

Muridku tersayang

Muridku tercinta

Tanpamu

Apa jadinya aku?

***

Teringat tingkahmu

Terbayang candamu

Muridku aku merindumu

***

Nyatanya dirimu

Kadang buatku marah

Namun segala maaf

Ku berikan

***

Selamat pagi semua

Kunantikan dirimu

Di depan kelasmu

Meski kelas sepi

***

Muridku tersayang

Muridku tercinta

Tanpamu

Apa jadinya aku?

***

Teringat tingkahmu

Terbayang candamu

Muridku aku merindumu

***

Nyatanya tatap maya

Bukanlah solusinya

Mari kita berdoa

Agar wabah sirna

Lagu yang sarat makna dan kita tak bosan mendengarkannya. Ah, lagu ini paling tidak menjadi obat yang cukup manjur untuk para guru. Buktinya lagu ini viral dengan lirik yang sudah digubah sesuai keadaan sekarang.

Gresik, 14 Agustus 2020

**(censored)**

**(censored)**;feature=youtu.be&fbclid=IwAR25ZYm9-tyAH73RnoFR9yVnmv3wVYt7vAZnfu9MW1T6gO2CxE3uZ4vEcQ4

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post