tantangan(67) COVID 19 DATANG MEMAKSA GURU BELAJAR TEKNOLOGI (5)
Webinar IX yang berlangsug Senin (17/8/2020) sungguh membuat saya harus terus belajar. Kala tepat di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-75, MediaGuru Indonesia mengadakan webinar dan lauching buku Jurus Belajar Daring Antigaring melalui zoom dan youtube.
Narasumber terakhir adalah Pak Tri Makno Hartanto, Kepala Sekolah SDN Kaliwlingi 01 Brebes, Jawa Tengah. Beliau menjelaskan tentang Berkarakter dengan Kearifan Lokal Melalui Permadani Terbang.
Rasio guru di SD tempat Pak Tri mengajar sangat kurang sehingga Pak Tri ikut mengajar muatan lokal Bahasa Jawa. Beliau juga melihat, hasil penilaian Bahasa Jawa di sekolah yang beliau pimpin, pada titik terendah di atas matematika. Bahasa yang digunakan di daerah tersebut adalah bahasa Brebesan dan Ngapak, sehingga Pak Tri memiliki siasat agar siswa bersemangat memperlajari bahasa Jawa Brebesan dengan menerapkan model belajar yang semi daring. Pak Tri memilih model ini karena lokasi tempat beliau mengajar berada di pedesaan karena sinyal sering tidak stabil.
Permadani Terbang adalah sebuah akronim dari kata Persiapkan Materi Terangkan dalam Bahasa yang Gamblang. Langkah-langkahnya adalah membuat perencanaan dengan mempersiapkan materi, memberikan link di youtube. Siswa menyaksikan channel youtube, lalu mengerjakan karya secara berkelompok dengan mematuhi protokol kesehatan..
Karya siswa berupa produk. Siswa membuat laporan dengan menyampaikan karya mereka dengan berbagai cara Ada yang menceritakan kembali secara lisan dan tulisan , bermain peran dalam bentuk video, ada juga yang berbentuk gambar. Cerita yang diambil adalah legenda Rawapening. Ini juga mengangkat muatan lokal agar siswa mengetahui cerita-cerita dari daerahnya.
“Dampak yang didapakan adalah keterampilan 4c, yakni Critical Thinking atau berpikir kritis, Collaboration atau bekerjasama dengn baik, Communication kemampuan berkomunikasi, dan Creativity atau kreativitas
Berpikir kritis, materi yang disampaikan bisa diterima oleh mereka. Mereka juga bekerjasama untuk menghasilkan sesuatu. Komunikatif misalnya mengucapkan salam dengan santun karena dalam bahasa Jawa ada tatakrama, dan mereka lebih kreatif karena menghasilkan produk yang berbeda-beda. Karakter yang terbentuk adalah karakter tolong-menolong, bertanggung jawab, percaya diri, disiplin, dan pelestarian bahasa dan kearifan lokal,” demikian penjelasan Pak Tri dalam mengakhiri paparannya
Pak Tri menutup pemaparannya dengan pantun bahasa Brebesan.
Gresik, 21 Agustus 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan