tantangan(100) SEDIH NAMUN BAHAGIA
Bu Nila tak bisa menaham tangisnya. Tiba -tiba ia menangis tersedu-sedu ketika chat dengan adik bungsunya. Besok, ia bersama suami berangkat ke pulau seberang. Baru kali ini, ia merasakan duka yang mendalam. Namun di sisi lain, kebahagiaan menyeruak karena sebentar lagi adik bungsunya menikah. Bu Nila ingat almarhumah ibunya yang berpulang beberapa waktu lalu.
Ah, si bungsu. Sejak kelas satu sekolah dasar, si bungsu telah menjadi yatim. Ia pun tumbuh menjadi anak yang mandiri dan sangat sayang kepada ibunya. Berkali-kali ibunya ingin si bungsu segera menikah, namun si bungsu belum segera memenuhi keinginan ibunya. Ia pun merantau jauh ke negeri orang. Jauh dari ibunya. Kalaulah pulang, ia akan bercerita banyak tentang pekerjaan dan kisah cintanya. Ia begitu dekat dengan ibunya. Ah, si bungsu rupanya sering patah hati.
Hari itu, ibu Bu Nila gembira karena si bungsu pulang dengan memperkenalkan diri calon pendamping hidup. Ia anak sulung, serasi dengan si bungsu. Sulung dan bungsu. Ibu Bu Nila tak henti-hentinya berkabar berita kepada semua orang yang ia temui bahwa ia akan mendapatkan mantu yang cantik dan sholehah, sesuai dengan doa yang selalu ia panjatkan kepada Tuhan. Namun, tiba-tiba, Ibu Bu Nila pergi untuk selama-lamanya sebelum melihat tali kasih yang sah anak bungsunya.
Rumahku, 23 September 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
