tantangan(105) POHON TABEBUYA DI DESA KAKEK
Pada masa pandemi ini, acara yang paling aku sukai adalah ke rumah kakek Sukadi. Kakek Sukadi adalah Bapak dari ayahku. Memang, kegiatanku lebih banyak di rumah Tak pernah pergi ke mana-mana. Aku hanya ke luar rumah kalau ibu memintaku untuk membelikan sesuatu. Nah, silaturahmi ke rumah kakek ini yang aku tunggu-tunggu. Kami tetap mematuhi protokol kesehatan bila ke sana. Kami memakai masker, membawa handy sanitizer, dan jaga jarak. Untuk sementara, kami tidak bersalaman dengan kakek.
Rumah kakek Sukadi, ada di desa. Meskipun desa, aku sangat senang di sana. Pagi-pagi sekali, kakek dan para tetangga bersemangat pergi ke sawah. Aku juga. Pagi itu, kakek mengajakku ke sawah. Wah, udara sangat sejuk dan terdengar burung-burung berkicau. Embun pagi masih menempel di daun-daun sepanjang tanaman yang kulewati.
Ternyata, ada yang menarik dari desa kakek Sukadi. Di sana juga terdapat beberapa pohon tabebuya, seperti di kotaku, Surabaya. Bahkan, aku melihat, di depan sebuah sekolah, ada beberapa pohon tabebuya yang berjejer rapi.
Pohon tabebuya yang kujumpai adalah tabebuya berbunga kuning.Tabebuya kuning dikenal sebagai pohon terompet. Pohon ini berasal dari negara Brasil. Pada saat aku ke rumah kakek, pohon tabebuya berbunga lebat. Bunganya dianggap orang sebagai bunga sakura. Padahal berbeda lho. Bunga Sakura dari Jepang. Bunga tabebuya dari Brasil. Pohon ini disukai orang karena bunganya indah, pohonnya tidak merusak tembok meskipun berbatang keras.
Kakek tidak mengetahui kalau pohon yang tumbuh di sekolah di dekat rumah beliau adalah pohon tabebuya. Aku menjelaskan dengan panjang lebar tentang pohon itu. Kakek pun menganguk-anggukkan kepala tanda mengerti.
Aku bercita-cita menjadi insinyur pertanian dan ingin membangun desa kakek. Aku akan tanami pohon tabebuya di sepanjang jalan menuju desa kakek dan menanam banyak pohon agar desa kakek tetap sejuk dan damai.
Rumahku, 28 September 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
