tantangan(91) BISNIS MATI SREG
Pak Bejo menghela nafas panjang. Ada rasa yang tak dapat dipendam. Ia menunduk lesu. Air minum yang disajikan Pak Hasan enggan diminumnya. Pak Bejo merasa malu pada Pak Hasan yang begitu baik padanya.
Satu bulan lalu adalah waktu berakhirnya kontrakan rumah yang ia jadikan sebagai lokasi bimbingan belajar. Sudah 6 bulan ini, bimbingan belajar yang sudah ia rintis sejak 10 tahun lalu, mati sreg. Tidak ada wali siswa yang bersedia lagi untuk mengikuti bimbingan belajar. Mereka beralasan bahwa sekolah tutup. Belajar mandeg. Yang ada pembelajaran daring. Bisnis sepi. Pendapatan menurun.
Sebenarnya, Pak Bejo bisa protes. Namun, ia menyadari bahwa wali siswa enggan untuk menitipkan anaknya, belajar di tempat bimbingan belajar Pak Bejo karena khawatir dengan adanya covid 19. Dahulu, satu kelas bisa mencapai 15 orang. Bisnisnya menggeliat. Namun kini, masih ada 1-2 orang, Pak Bejo sudah sangat bersyukur. Ia ungkapkan semuanya pada Pak Hasan, pemilik rumah. “Kalaupun saya mencicil uang kontrakan pun tak sanggup, Pak. Ah, pandemi kali ini meluluhlantakkan pendapatan saya,” kata Pak Bejo dengan mimik yang membuat semua orang melihatnya akan merasa iba.
Rumahku, 14 September 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
