tantangan(92) MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI
Di sebuah rumah, hiduplah seorang petani dengan istrinya. Mereka mendapatkan sebuah bungkusan. Saat itu pula, seorang tikus, bernama Mini, mengintip di balik lubang. Mini pun penasaran denga apa yang ada di dalam bungkusan tersebut. Ia berpikir bahwa bungkusan itu pastilah makanan yang sangat lezat.
Apa yang telah terjadi? Ternyata bungkusan itu adalah perangkap tikus. Mini ketakutan sekali. Ia berlari ke lading pertanian yang memberitahu para hewan yang tinggal di ladang tersebut bahwa di dalam rumah petani tersebut terdapat perangkap tikus.
“Pak Ayam. Ada perangkap di rumah petani itu. Hati-hati,” kata Mini kepada seekor ayam jantan.
“Wah, itu kan masalahmu. Bukan masalahku,” kata Pak Ayam sambil meninggalkan Mini seorang diri.
Mini pun berlari ke Pak Kambing. Pak Kambing, hati-hati. Ada perangkap tikus di dalam rumah Pak Petani,” kata Mini.
“Ahai, perangkap tikus. Aku menyesal mendengar kabar itu!” kata Pak Kambing yang masih tetap memakan rumput di sekitar ladang itu.
Mini tikus tak menyerah, ia berbelok menuju sapi sambil memberitahu dengan hal yang sama.
“Jadi, ada perangkap tikus? Jadi, aku dalam bahaya besar, ya? Hahaha!” kata Pak Sapi.
Mini tikus pulang ke rumahnya. Jadi, aku harus menghadapi sendirian perangkap itu,” kata Mini dalam hati dengan perasaan sedih.
Malam tiba. Terdengar suara bergema di seluruh rumah. Sepertinya, perangkap tikus telah berhasil menangkap mangsa. Istri Pak Tani pun melihat apa yang terjadi. Dalam gelap, ia tidak bisa melihat apa-apa. Tiba-tiba, tangannya terasa ada yang mengigitnya. Tak disangka, seekor ular telah terjebak dalam perangkap tikus itu dan mematuk tangan istri petani.
Pak tani segera membawa istrinya ke ruah sakit. Beberapa waktu kemudian, mereka kembali ke rumah. Istri petani tubuhnya menggigil, demam.
Dalam tradisi daerah itu, apabila seseorang mengalami sakit demam, obatnya adalah memberikan sup ayam segar dan hangat. Pak Tani pun mengasah pisau dan pergi ke kandang, mencari ayam untuk bahan supnya. Tapi itupun tak cukup. Istri petani tak sembuh jua, banyak tetangga dan tamu jauh yang menjenguk. Pak Tani terpaksa memotong kambingnya untuk menjadikan gulai.
“Kalau istriku sembuh. Akan aku akan syukuran dengan menyembelih sapi yang ada di kandang” kata Pak Tani kepada tetangga-tetangganya.
Ternyata istri Pak Tani sembuh. Pak Tani merayakan kesembuhan istrinya dengan memotong sapi miliknya dan dibuatkan makanan untuk tetangganya seluruh desa.
Apabila kita mendengar ada seseorang menghadapi kesulitan dan berpikir bahwa kesulitan itu tidak ada hubungannya dengan diri kita, ingatlah bahwa apabila terdapat perangkap tikus di dalam rumah, maka seluruh ladang pertanian ikut menanggung risikonya. Sikap mementingkan diri sendiri itu tidak baik.
Rumahku, 15 September 2020
Disadur dengan perubahan dari Terapi Berpikir Positif in Comic (2014) oleh Irwan Widiatmoko, penerbit Change, Jakarta.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
