Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
tantangan(96) GIAN YANG SOMBONG
https://gambartermotivasi.blogspot.com/2019/09/29-paling-top-gambar-kartun-gajah.html

tantangan(96) GIAN YANG SOMBONG

Gian gajah telah menjadi gajah yang sangat perkasa. Tubuhnya besar dan kuat. Kalau berjalan, tanah yang dipijak, akan bergetar.

Suatu hari, Gian sedang berjalan-jalan di hutan untuk menghirup udara pagi. Tak ada yang mendekatinya karena semua hewan takut padanya. Tiba-tiba saja, di depan Gian, ada Pak Kura yang jalannya sangat pelan.

"Hai, Pak Kura, jangan menghalangi langkahku, ayo minggir," bentak Gian pada kura-kura yang kebetulan berada di depan Gian.

"Saya sudah tua Gian, langkahku tidak seperti dulu lagi. Tolong, hormat sedikit pada orang tua, ya, Nak. Silakan kamu jalan duluan, "kata Pak Kura mengalah.

Gian tidak menghiraukan kata-kata Pak Kura. Dengan sombongnya, ia melewati Pak Kura tanpa mengucapkan kata apapun.

Pak Kura sedih dengan kelakuan Gian. Ia pun berdoa kepada Tuhan agar kelakuan Gian dapat berubah.

Selain sombong, Gian suka mengolok-olok hewan-hewan lain. Ia pernah mengejek Jangkung Jerapah karena memiliki leher yang panjang. Ia mengejek Momo si kera yang suka bergelantungan di atas pohon. Banyak yang menasihati Gian. Namun, Gian tidak berubah.

Hutan tempat tinggal Gian dekat dengan sungai. Sungai itu surut airnya karena sekarang musim kemarau. Semua hewan bekerja untuk mengumpukan makanan di rumah masing-masing untuk persiapan musim hujan. Namun tidak demikian dengan Gian. Ia tetap tidak mau mengumpulkan makanan seperti binatang-binatang lain.

Tiba-tiba saja mendung datang di langit. Hujan pun turun dengan sangat lebat selama berjam-jam. Semua hewan ketakutan karena air sungai meluap. Cepat-cepat seluruh hewan naik ke atas bukit dan membawa makanan yang telah mereka simpan. Mereka tahu, banjir akan melanda hutan mereka.

Benar saja. Banjir menggenangi hutan. Makin lama makin tinggi. Semua hewan sudah naik ke atas bukit, Tidak demikian dengan Gian. Ia ikut juga, Tetapi tubuhnya yang besar sangat sulit untuk mencapai atas bukit, apalagi tanah di bukit sangat licin.

Melihat keadaan itu, teman-teman Gian ikut membantu Gian naik. Mereka mendorong badan Gian yang sangat besar itu. Syukurlah, Gian bisa sampai ke atas bukit dengan selamat.

Teman-teman Gian pun memberi makan kepada Gian. " Makanlah wortel ini, Gian agar tenagamu cepat pulih," kata Jangkung Jerapah.

"Ambillah pisang-pisang ini. Makanlah!" kata Momo si Kera.

Pak Kura dengan cekatan membalut luka di kaki Gian.

Tiba-tiba Gian menangis. Ia menangis sangat keras. Semua hewan sangat terkejut. Tak biasanya Gian menangis. Namun, kali ini mereka kasihan kepada Gian.

"Maafkan aku Pak Kura, Maafkan aku Jangkung dan Momo. Maafkan aku ya teman-teman. Selama ini aku selalu mengejek kalian dan menganggap kalian semua lemah. Ternyata kalian sangat kuat. Kuat tidak membalas ejekanku. Kalian begitu baik. Meskipun aku suka mengejek kalian. Kalian tidak dendam. Ma -ma - afkan aku," kata Gian terisak.

"Ah, tidak apa-apa, Gian. Tidak usah menangis. Lupakan kesalahanmu itu. Semua sayang kamu, Gian," kata Pak Kura.

"Iya, aku sudah memaafkanmu," kata Jangkung Jerapah.

"Aku juga," kata Momo si Kera.

Dalam hati, Pak Kura merasa bersyukur karena Gian sudah menyadari kesalahannya.

Para hewan berkumpul di atas bukit. Bukit itu satu-satunya tempat yang bisa mereka tempati saat ini sampai menunggu banjir surut.

Mereka akan kembali ke hutan, rumah mereka. Dahulu, hutan itu sangat luas. Tetapi sekarang, hutan itu makin menyempit akibat manusia mengambil pohon-pohonnya untuk dijadikan rumah dan keperluan lain. Sungai pun tidak pernah meluap seperti sekarang ini. Hewan-hewan itu berharap semoga rumah mereka tetap ada sampai anak cucu mereka.

Rumahku, 19 September 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post