tantangan(97) BERKUNJUNG KE RUMAH PAK SUSILO
Hari ini aku dan Krisna, adikku, ikut ayah dan bunda berkunjung ke rumah Pak Susilo. Pak Susilo adalah kawan kakek dan nenek ketika menunaikan haji beberapa tahun lalu. Enam bulan lalu, kakek kami meninggal. Kata bunda, Pak Susilo dan Bu Susilo sangat baik. Mereka siap membantu nenek dan kakek saat berada di tanah suci bila mengalami kesulitan. Kelompok haji kakek dan nenek seperti keluarga. Saling membantu satu sama lain. Bahkan, ketika kakek meninggal, Pak Susilo dan Bu Susilo menyempatkan takjiah ke desa kami, padahal jauh dari kota mereka tinggal.
Nenek sebenarnya ingin ikut ke rumah Pak Susilo, namun, kondisi nenek tidak memungkinkan untuk ikut. Apalagi dalam suasana pandemi seperti sekarang ini. Selain ke rumah Pak Susilo, ayah dan bunda berkunjung ke rumah sepupu ayah di kota itu. Ini adalah pengalaman pertama aku dan Krisna berkunjung ke kota Pak Susilo. Kami siap memakai masker dan jaga jarak. Kami pun membawa hand sanitizer.
Tahukah kawan, desaku jauh dari kota. Di sana, penduduknya banyak yang jadi petani. Tanah di desa kami sangat subur. Sepanjang jalan, hamparan sawah yang hijau dan luas. Ayahku meneruskan mengolah sawah kakek. Ayahku adalah anak tunggal. Ayah termasuk petani yang ulet dan tidak mudah menyerah. Aku pun terkadang membantu kakek dan ayah ke sawah. Namun, sering pula aku sempatkan bermain dengan mencari kodok, menangkap capung, dan lain-lain. Ayah memperbolehkan aku bermain bersama-sama teman-teman di sekitar sawah.
Bunda membawa beras, jagung marning, dan kacang hijau. Oleh-oleh untuk Pak Susilo tersebut adalah hasil sawah. Beras adalah bahan pangan yang sangat berharga di mata kami. Hajatan apapun, beras menjadi bahan andalan.
"Iya, Pak Susilo. Panen kali ini gagal. Sawah kami diserang tikus," kata ayah.
"Sekarang, selain pandemi covid 19. Ya, ada pandemi tikus, Pak. Bahkan, tikus-tikus itu memiliki raja dan ratu. Mereka memiliki bala tentara yang sangat banyak " kata bunda menimpali.
"Ya, ini ujian. Selama ini jenengan selalu berhasil panennya. Sekali-kali, diuji oleh Allah dengan datangnya tikus-tikus itu hehe," kata Pak Susilo bercanda.
"Iya, ya, Pak," kata ayah ikut tertawa.
Pak Susilo dan Ayah seperti kakak dan adik. Lebih tua Pak Susilo. Terpaut lima tahun. Aku mendengarkan pembicaraan mereka dengan saksama. Tentang bagaimana memberantas tikus dan lain-lain.
"Saya pun berasal dari desa, Pak. Sawah penduduk di sana juga terserang hama tikus seperti sawah jenengan," kata Pak Susilo.
"Dari desa mana?" tanya ayah.
"Desa Sukomulyo," jawab Pak Susilo.
"Lho, saya pernah berdagang pakaian di sana, Pak Susilo, " kata ayah.
"Kalau begitu, kenal dengan Bu Tatik?" tanya Pak Susilo.
"Nggih kenal, Pak," kata ayah.
"Itu adik saya. Ia pedagang barang kelontong. Alhamdulillah, sekarang sudah memiliki kios sendiri, dibantu anak sulungnya," kata Pak Susilo.
Aku pun mendengarkan dengan saksama lagi. Bagiku yang sudah kelas 6 SD ini, pembicaraan mereka berdua sangat menarik. Kulihat Bima asyik main game. Bunda dan Bu Susilo juga ikut menimpali pembicaraan ayah dan Pak Susilo.
Aku jadi ingat pelajaran agama yang diajarkan di sekolah. Banyak pelajaran yang didapat ketika berkunjung ke rumah famili atau teman. Salah satunya adalah memperpanjang usia, menambah teman dan pengetahuan, memperbanyak rezeki dan lain-lain. Bagiku, berkunjung ke rumah Pak Susilo hari ini membuat aku lebih mengerti arti persahabatan. Selaln itu, aku memiliki pengalaman baru.
Saat kami pulang, Bu Susilo membawakan kue lapis dan pastel. Ehm, enaknya.
Rumahku, 20 September 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
