tantangan(98) KURANG PIKNIK
Webinar XII Media Guru Indonesia (MGI) sungguh keren menewen (21/09/2020). Webinar yang mengangkat tema "Menuju Kepri Provinsi Literasi" membuat antusias para guru yang tergabung dalam grup whatsapp (wa) Kelas Menulis Majalah Literasi 1,2, dan 3. Begitu pula dengan pemerhati webinar di saluran youtube, meskipun kegiatan ini berlangsung sore hari.
Pada webinar ini, Majalah Literasi edisi bulan Agustus 2020 diluncurkan oleh Pak Ihsan, CEO Media Guru. Pak Eko Prasetyo, Pemred MGI, menjadi pemandu acara. Pak Isdianto, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) juga memberi sambutan yang luar biasa. Beliau menyambut baik kegiatan ini.
Kali ini, MGI memilih Pak Erman Zaruddin, Kepala Kantor Kementrian Agama Bintan, sebagai narasumber. Beliau mengungkapkan tentang gerekan literasi di Kepri. Pak Erman adalah salah satu Tokoh Penggerak Literasi Nasional 2019. Beliau telah menghaslkan banyak buku. "Kalau ingin menembak gajah, ya harus senapannya juga besar," ungkap Pak Erman ketika salah satu peserta webinar menanyakan kiat-kiat keberhasilan Pak Erman dalam menggerakkan literasi di Kepri. Artinya, pihak-pihak terkait, terutama pejabat pemerintah, harus juga dilibatkan.
Meskipun Webinar XII telah usai, namun dialog di wa grup Kelas Menulis Majalah Literasi 1 yang saya ikuti, tetap hangat. Ucapan selamat mengalir untuk para guru yang tulisannya dimuat. Ungkapan bahagia dan haru, silih berganti menyemarakkan grup wa. Guru-guru yang tulisannya belum dimuat juga tetap semangat dan berharap tulisan mereka dimuat di edisi-edisi berikutnya. Memang, tulisan guru yang dimuat adalah guru-guru yang telah mendapat pelatihan di Kelas Majalah Literasi 1,2,3. Nantinya juga ada pelatihan Majalah Literasi 4, Oktober 2020.
Ada yang menggelitik dalam dialog wa di grup Kelas Menulis Majalah Literasi 1. Salah satu guru anggota grup bertanya," Bapak Ibu, agar tulisan di Majalah Literasi bisa digunakan untuk KP harus dilampiri apa lagi?
Karena tidak ada yang merespon, saya beranikan menjawab," KP itu Keterangan Pelengkap? kalau reportase 300 kata, identitas dan foto diri, foto kegiatan, Bu. 5W +1 H, jangan lupa."
"KP maksudnya Kenaikan Pangkat, Bunda."
"Aku pernah tanya waktu pelatihan, karya kita dicetak/print."
"KP juga bisa berarti Kacang Polong."
"Kurang Perhatian bisa juga."
"Bisa juga Kurang Piknik."
"Kurang Pulsa."
"Kurang Penggawean."
"Kakean Pikiran."
"Kalau di Pontianak, KP itu kopi pancong. Isi kopinya hanya setengah gelas."
Wah, grup jadi ramai. Ada stiker, ada emoticon. Satu persatu guru saling nyeletuk. Saya memperkirakan bahwa kepanjangan KP itu yang paling tepat adalah Kurang Piknik. Mengapa? Karena kita ini "stay at home" terlalu lama hehe.
Wah, ada-ada saja.
Rumahku, 21 September 2020

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
