Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
tantangan(119) APA YANG KAU CARI ISTRIKU?
Ruang tengah di kampus Asia Pasific University, Malaysia

tantangan(119) APA YANG KAU CARI ISTRIKU?

Bu, kita sekarang sudah hampr 50 tahun. Apakah kita sudah siap untuk pulang? Saya lihat, Ibu sibuk mengejar predikat penulis hebat. Sampai menulis tanpa mengenal waktu. Apa yang Ibu kejar?" tanya Pak Iman kepada istrinya.

"Kapan kita punya bekal untuk pulang kalau tidak dimulai dari sekarang. Coba, lihat, karena Ibu tidur malam, tak bisa sholat malam. Mengajipun jarang. Bapak perhatikan itu. Kapan kita bisa mendoakan orangtua yang telah tiada kalau tidak pada waktu yang tersisa ini?"

Bu Iman pun terdiam. Ia tidak mau membantah perkataan suaminya. Semua yang disampikan suaminya itu, benar. Ia tertunduk lesu sambil memainkan jari tangannya. Entahlah, ia ingin menjadi penulis agar mendapat predikat penulis hebat atau orang yang memiliki kemampuan lebih dalam menulis. Ah, Bu Iman sadar bahwa selama ini ia telah mengabaikan kewajibannya kepada suami dan anak-anak karena menulis dan menulis. Entah apa yang ia kejar. Menulis adalah pasionnya. Ia ingin bermanfaat bagi orang lain. Itu saja. Mudah-mudahan, ia bisa membagi waktu dengan baik tanpa mengabaikan kewajibannya kepada keluarga, meskipun menulis tetap ia lakukan. Tiba-tiba, ia memeluk suaminya sambil terisak-isak.

Rumahku, 12 Oktober 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post