tantangan(120) KARENA TAK PATUH
“Bu, kapan ke warnet Studinet lagi?"rengek Bimbi.
"Kalau Ibu tak repot begini Bim," jawab Ibu
"Tapi,Ibu janji akan nganter Bimbi dua kali seminggu ke warnet.Bimbi ingin seperti teman- teman... Mereka boleh ke warnet berjam- jam,bermain sampai puas."
“Kamu tidur dulu, Nanti sore, Ibu antar," bujuk Ibu.
Di dekat perkampungan rumah Bimbi, sebetulnya ada warung internet. Namanya Gamenet. Bimbi mendengar cerita teman- temannya bahwa mereka bisa bermain game di internet. Mereka juga bisa membaca berita artis idola.
Ibu mengizinkan Bimbi menggunakan internet. Syaratnya harus ditemani Ayah atau Ibu. Juga, harus di Studinet, yang letaknya lumayan jauh.
Sore itu,Ibu Bimbi menepati janjinya. Bersama Bimbi, Ibu pergi ke warnet Studinet langganan mereka. Mereka membuka informasi tentang dinosaurus. Bimbi paling suka membaca artikel tentang dinosaurus. Hewan yang hidup di zaman Trias, Jura, dan Kapur. Bimbi hafal nama- nama jenis dinosaurus, contohnya brontosaurus, stegosaurus,tyrannosaurus,dll.
Ibu menguji daya ingat Bimbi. "Nah Ini dinosaurus jenis..."
“Brontosaurus! Tubuhnya besar gigi- giginya kecil, seperti sisir. Ia menarik dedaunan dari cabang dan dahan, lalu menelannya utuh- utuh," jawab Bimbi bersemangat.
"Wah pintar!" Ibu memeluk Bimbi. Lalu, Ibu menerangkan gambar- gambar di komputer apabila Bimbi tak mengerti maksudnya.
Suatu sore, Toni mengajak Bimbi ke Gamenet.
"Aku harus minta izin Ibuku dulu, Ton. Soalnya aku tidak boleh ke warnet Gamenet!"
"Sebentar saja kok. Itu Anto dan Roni sudah menunggu."
"Tapi Ton...."
“ Kalau tak mau, tak apa-apa.Kami harus berangkat!”
Bimbi tak bisa menolak. Ia membayangkan asyiknya bermain game bersama- sama. Lalu dia segera mengejar Toni dan teman- temannya yang lain.
Hari itu, ruangan di Gamenet hampir penuh. Asap rokok di sana- sini. Bunyi musik penjaga warnet terdengar kencang. Toni,Bimbi dan yang lainnya memilih komputer kosong di sudut ruangan.Mereka memainkan game sepak bola.
" GOOL..."teriak mereka saat Toni memasukkan bola ke gawang lawan.
Bimbi tidak bisa konsentrasi.Ada perasaan tidak enak di hatinya. Ia pun tidak kuat dengan bau asap rokok yang memenuhi ruangan.
Tiba- tiba Bimbi terbatuk- batuk. Nafasnya tersenggal-senggal. Teman- temannya langsung panik.
Cepat- cepat Toni mematikan game sepak bolanya. Anto dan Hari memapah Bimbi ke rumahnya. Roni menuntun sepeda Bimbi ke rumah Bimbi. Ibu Bimbi terkejut.
"Tadi kami pergi ke warnet Gamenet. Tiba-tiba saja, nafas Bimbi tersengal- sengal. Jadi langsung kami antar ke sini. Maafkan kami tante," kata Toni.
Bimbi agak tenang setelah Ibu memberikan obat asmanya.
"Apakah kalian sudah minta izin, sebelum pergi ke Gamenet?" selidik Ibu Bimbi.
"Sudah Tante," jawab Anto. "Aku pamit kepada Bik Inah karena Papa dan Mama kerja. Mereka pulang menjelang maghrib."
Hari, Doni, dan Toni menunduk. Mereka belum pamit.
"Maafkan saya, Tante. Saya yang mengajak Bimbi. Nenek sibuk menjaga adik. Mama dan Papa belum pulang. Nenek tidak tahu kalau saya ke Gamenet," ujar Toni merasa bersalah, sebab ia yang tadi mengajak Bimbi
"Ya sudah. Nanti akan Tante bicarakan dengan mama kalian. Kalian boleh pulang. Tapi harus minta maaf kepada orang tua kalian," kata Ibu Bimbi lembut
"Terima kasih, Tante."
"Tante juga berterima kasih, karena kalian telah menolong Bimbi." Ketiga temannya lalu pulang.
Bimbi berbaring di atas tempat tidur, malu menatap wajah ibunya. Ia merasa bersalah.
"Ibu cari Bimbi ke mana- mana," kata Ibu Bimbi.
"Sebenarnya, Ibu tidak melarang kamu ke warnet bersama teman- temanmu.Tapi, Ibu belum memperbolehkan kamu pergi tanpa Ibu atau Ayah. Tahu tidak, warnet itu apa?"
"Tempat main game sepuasnya Bu!" jawab Bimbi.
"Selain itu?" tanya Ibu
"Tempat untuk mencari informasi. Seperti kemarin, waktu kita cari informasi tentang dinosaurus," kata Bimbi.
"Ya, tapi melalui internet, tanpa sengaja, kita juga bisa mendapat informasi yang tak cocok untuk anak-anak. Misalnya, tontonan orang dewasa. Makanya, sebaiknya, sebaiknya kamu ditemani Ibu atau Ayah bila ke warnet. Warnetnya juga harus dipilih. Jangan yang banyak asap rokoknya..."kata Ibu.
"Maafkan Bimbi, Bu" kata Bimbi.
"Ibu maafkan. Jangan diulangi lagi, ya," jawab Ibu sambil memeluk Bimbi.
Dalam hati, Bimbi berjanji tidak akan lagi masuk warnet yang penuh asap rokok. Ia jera karena sudah merasakan sesak nafas tadi. Ibu Bimbi pun berjanji di dalam hati. Ia akan mengusulkan pada pemilik Gamenet, agar memasang tanda larangan merokok di dalam ruangan.
(Pernah dimuat di Majalah Bobo, 28 Juli 2011)

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
