tantangan(129) BULAN SABIT DI AWAN
Baru saja saya dan suami jalan-jalan ke luar rumah, malam ini. Bulan sabit pun tersenyum pada kami. Ah, saya teringat lagu gubahan Bapak A.T. Mahmud
bulan sabit di awan
laksana perahu emas
berlampu bintang, berlaut langit
jauh di angkasa luas
betapa senang, hatiku rasanya
menjadi nakhoda di sana
Lagu yang sederhana namun sarat makna. Saya hafal sekali lagu itu karena sering saya nyanyikan terutama saat anak-anak masih kecil. Terlintas juga lagu tentang bulan buah tangan Pak A.T Mahmud lagi.
Ambilkan bulan, Bu
Ambilkan bulan, Bu
Yang selalu bersinar di langit
Di langit bulan benderang
Cahyanya sampai ke bintang
Ambilkan bulan, Bu
Untuk menerangi
Tidurku yang lelap
Di malam gelap
Ambilkan bulan, Bu
Ambilkan bulan, Bu
Yang selalu bersinar di langit
Di langit bulan benderang
Cahyanya sampai ke bintang
Ambilkan bulan, Bu
Untuk menerangi
Tidurku yang lelap
Di malam gelap
Ambilkan bulan, Bu
Ambilkan bulan, Bu
Ambilkan bulan, Bu
Kedua lagu itu sangat membekas di benak dan pikiran saya. Lagu Ambilkan Bulan, Bu, pernah dinyanyikan Tasya dan Shella on Seven. Apakah lagu itu juga membekas di hati dan pikiran anak-anak kita? Ah, saya sedikit ragu dengan hal itu. Apalagi saat ini anak-anak disuguhi lagu-lagu yang tidak layak untuk dinyanyikan mereka. Lagu-lagu dewasa memborbardir telinga mereka. Ini sudah lama menjadi masalah di negeri kita. Pengarang lagu anak mulai langka. Terakhir, Papa T. Bob, pengarang lagu-lagu era 90-an juga sudah tiada. Ini yang saya tahu (mohon dikoreksi kalau saya salah).
Lihatah lirik lagu Bulan sabit di atas. Mengajarkan anak-anak memiliki khayalan seoralh-orang seperti perahu emas dan kita sebagai nakhodanya. Ini mengajarkan tentang imajinasi yang sangat penting dalam membangun kharakter anak yang baik. Di Amerika, siswa sekolah dasar, diwajibkan untuk membaca buku-buku seperti Lelaki Tua dan Laut karya Ernest Hamingway dan sejenisnya. Khayalan itu tida batas, dan sangat bermanfaat untuk membangun kreativitas anak kelak di kemudian hari.
Lirik lagu Ambilkan Bulan, Bu juga mengajarkan anak berpikir, bulan di langit, yang bercahaya yang menarik perhatian seorang anak untuk mengambilnya. Ah, imajinasi yang sungguh memikat hati. Kedekatan hubungan anak dan ibunya.
Apakah nantinya lagu-lagu yang apik itu akan tergerus dengan perkembangan zaman? Mudah-mudahan, Bapak Ibu guru PAUD dan SD, orangtua tetap mengajarkan lagu-lagu tersebut kepada anak-anak, baik anak-anak di rumah atau di sekolah. Lagu anak, penuh dengan pesan moral dan membangun karakter.
Rumahku, 22 Oktober 2020 (5 Rabiul Awal 1442 H)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
