Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
tantangan(132) SAWANG SINAWANG
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.pinterest.co.kr%2Fpin%2F645985140282984950%2F&psig=AOvVaw12CDS7WLx1q5-NwW3Ja6hi&ust=1603726270529000&source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCMj3gYmI0OwCFQAAAAAdAAAAABAD

tantangan(132) SAWANG SINAWANG

“Wah, Jeng Rahmi ini enak, ya. Sekarang tidak perlu ke sekolah. Anak-anak belajar di rumah. Guru bisa santai. Gaji tetap, apalagi dapat TPP. Wah, Mantap!” kata salah satu tetangga Bu Rahmi.

Bu Rahmi tidak marah. Ia sering mendengar celetukan dan sindiran seperti itu. Mereka yang menganggap guru santai-santai saja, itu mungkin tidak pernah menjadi guru, apalagi dalam masa pandemi ini. Wajar, mereka tidak tahu. Jadi tidak perlu panas hati mendengar perkataan itu.

“Aduh, Bu. Mongo, Ibu ke rumah saya. Nanti ibu akan tahu apa yang saya lakukan selama 24 jam dalam sehari,” jawab Bu Rahmi pada tetangganya tersebut sambil tersenyum.

Mendengar jawaban tersebut, tetangga Bu Rahmi jadi terdiam. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Mungkin kita sebagai guru, sering mendengar perkataan di atas. Padahal, pada masa pandemi ini, guru selalu menatap laptopnya melebihi jam sekolah. Kalau di sekolah, siswa mengumpulkan buku tugas, langsung tugas siswa tersebut bisa dikoreksi. Namun, pada masa pandemi ini tidak seperti itu. Kalau guru memakai aplikasi seperti wa, google classroom, microsoft teams dan lain-lain, pasti merasakan bagaimana guru tersebut harus meneliti, teliti, dan tanggap terhadap tugas siswa. Apalagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan balajar mengajar secara daring, pasti guru tersebut harus memiliki tenaga ekstra untuk menegur dan menasihati siswa tersebut. Belum lagi persiapan membuat media.

Ada sebuah pengalaman untuk membandingkan KBM siswa dan mahasiswa. Sebut saja, mahasiswa itu bernama Anto. Ia berkuliah di jurusan elektro di salah satu perguruan tingi negeri Surabaya. Mahasiswa harus hadir semua. Satu mahasiswa tidak hadir, maka dosen tidak akan memberi kuliah. Saat zoom meeting atau sejenisnya, semua mahasiswa harus menyalakan video agar terlihat oleh dosen. Berbeda dengan KBM Yang saya lakukan, terkadang siswa tidak hadir alasan ketiduran, tidak mau menyalakan video karena mungkin belum mandi, dan lain-lain. Ini siswa SMA. Bagaimana dengan siswa Paud, TK, SD, dan SMP?

Guru adalah pendidik. Ia harus memiliki strategi yang jitu agar pembelajaran berlangsung dengan baik dan semua siswa memahami materi yang diajarkan. Jangan lupa mengevaluasi karakter siswa dan memotivasi mereka agar giat belajar. Saya angkat topi untuk guru-guru yang bersedia datang ke rumah-rumah siswa untuk melihat dan memotivasi mereka, bahkan memberi bantuan agar siswanya berhasil dalam pelajaran yang diajarinya. Berbagai masalah dialami oleh guru. Berbagai tugas yang harus dilaksanakan sebagai seorang fasilitator dan motivator. Belum lagi tugas dari sekolah seperti mengikuti diklat daring dan lain-lain. Apalagi tugas dalam keluarga.

Jadi, apabila kita mendengar sindiran seperti yang dialami Bu Rahmi, santai saja. Ajak mereka untuk menginap di rumah kita agar tahu segala kegiatan yang kita lakukan. Guru pun tetap ke sekolah meskipun tidak satu minggu penuh.

Kejadian yang dialami Bu Rahmi itu bisa diungkapkan dengan istilah “sawang sinawang”. Dalam filosofi Jawa ada sebuah ungkapan yaitu “Sejatine urip kuwi mung sawang sinawang” yang artinya, “Hakekat hidup itu hanyalah masalah bagaimana seseorang memandang sebuah kehidupan". Persoalan “melihat orang lain” dan “dilihat orang lain” ternyata amat sering kita jumpai bahkan kita alami sendiri. Bahwa terkadang dalam kehidupan ini, “bayangan dari kenyataan” merupakan sesuatu yang ingin diterima pikiran kita, sementara kenyataan yang didapat kadang sama sekali berbeda atau bahkan tak pernah kita tahu.

Mengapa hidup kita mulai tidak enak? Karena kita mulai membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain.

Semoga ilmu yang diberikan Bapak Ibu guru membawa berkah dan pandemi ini cepat berakhir. Aamiin. Tetap semangat!

Rumahku, 25 Oktober 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post