Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
tantangan(147) KELILIPAN
dok.pri jambu air

tantangan(147) KELILIPAN

KELILIPAN

Hari Minggu merupakan hari keluarga. Keluarga Fauziah berlibur ke rumah kakek di desa. Sudah satu bulan, keluarga Fauziah tidak silaturahim ke rumah kakek. Kakek tinggal bersama tante Evi, adik ayah Fauziah. Berlibur ke rumah kakek adalah saat yang sangat ditunggu-tunggu oleh Fauziah karena di sana ia dapat bertemu dengan para sepupunya. Apalagi berjumpa dengan Dik Ainun, sepupunya yang masih berumur 3 tahun. Ainun dan kakak-kakaknya memiliki jarak usia yang sangat jauh. Kakak-kakak Ainun sudah kuliah semua.

Fauziah telah menyiapkan buku cerita yang telah dikarangnya. Saat pandemi mulai mewabah di Indoneisia, Ibu menyarankan Fauziah untuk mengikuti pelatihan menulis cerita anak Sasisabu, yakni satu siswa satu buku. Fauziah heran juga karena dapat mebuat 15 cerpen dalam waktu 1 bulan. Sekarang ini pun ia berusaha membuat cerpen-cerpen lagi. Namun, Fauziah menundanya karena tugas-tugas dari sekolah harus ia selesaikan lebih dahulu.

“Ainin, ini buku Kak Fauziah buat sendiri, lho,” kata Fauziah pada Ainun.

Ainun yang masih kecil itu hanya mengangguk. Ia langsung menyobek plastik yang membungkus buku tersebut dengan bantuan Fauziah. Buku itu bersampul kucing. Memang, Fauziah sangat senang dengan kucing meskipun ia tidak memeliharanya. Namun Fauziah dapat melihat kucing tetangga yang sering menginap atau tidur-tiduran di teras rumahnya.

“Ainun, mau tidak Kakak membaca salah satu cerita di buku ini?” tanya Fauziah kepada Ainun.

Ainun pun mengangguk.

Moka. Begitulah nama yang diberikan pada kucingnya. Lebih tepatnya kucing Mbakyu, kakak perempuannya. Mbakyu menemukannya terlantar di kota. Moka ditemukan dalam kondisi kedinginan di kardus. Warna kucingnya juga hitam ...

Tiba-tiba Ainun beranjak dari tempat duduknya di ruang tamu. Dia berlari ke dalam rumah dan tiba-tiba membawa kucing berwarna hitam. Fauziah pun gembira melihat kucing itu. Ternyata, Ainun memelihara kucing.

“Ok, Dik Ainun. Aku mengerti. Nanti saja Kakak lanjutkan membacanya,”kata Fauziah pada Ainun.

Kemudian, mereka memberi makan kucing itu dengan kepala ikan pindang. Makanan itu pun habis tak tersisa.

Tiba-tba, kucing itu berlari dan naik ke pohon jambu. Lalu naik ke atas genting dan menghilang. Hal itu membuat Fauziah sedih. Ia tidak dapat lagi memberi makan kucing tersebut.

Namun, betapa terkejutnya Fauziah karena pohon jambu yang dinaiki kucing tersebut, berbuah lebat. Fauziah meminta izin kakek untuk memetik buah jambu tersebut. Kakek pun mengizinkan.

Fauziah dan Ainun memetik buah jambu yang buahnya dapat dijaungkau oleh tangan. Fauziah memakai dingklik untuk mengambilnya. Ainun pun siap membawa kresek untuk menampung jambu-jambu itu.

“Ayo jangan terlalu lama di situ. Itu makan siang sudah siap,” kata kakek pada Fauziah dan Ainun.

Fauziah tidak menghiraukan teriakan kakek. Ia pun asyik melihat-lihat ke atas pohon jambu itu. Ia mencari buah jambu yang besar dan matang. Kekonyong-konyong, Fauziah berteriak karena matanya kelilipan. Ia pun berlari ke dalam rumah dan meminta bantuan ayah dan ibunya.

“Ayo, cepat ke kran itu,” kata ayah sambil menunjuk kran di depan rumah.

Ayah menggosok-gosokkan air ke mata Fauziah berkali-kali.

“Apa masih mengganjal?” kata ayah.

Fauziah menggelengkan kepalanya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.

“Makanya, jangan bermain terlalu lama di pohon jambu itu. Banyak makhluk kecilnya,” kata Kak Ira, sepupu Fauziah, kakak Ainun nomor pertama.

Fauziah menyadari kesalahannya. Ia tadi tidak menghiraukan kata kakek.

Kakek iba melihat cucunya itu. Saat pulang, Fauziah dibawakan satu kresek penuh jambu oleh kakek. Fauziah gembira. Ia akan membagikan kepada teman satu kampung besok.

Rumahku, 8 November 2020

Catatan

dingklik (bahasa Jawa): bangku pendek untuk duduk atau meletakkan kaki

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post