Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

tantangan(148) BAYANG -BAYANG DI RUMAH NENEK

Hampir enam bulan, Fauziah tidak pernah bermalam di rumah nenek. Rumah Nenek Fauziah 5 km dari rumah Fauziah. Dulu, Fauziah sering bermalam di rumah nenek pada akhir pekan meskipun hanya satu hari.

Fauziah sedih karena nenek pergi untuk selama-lamanya. Fauziah sangat sayang pada nenek. Nenek kerap tinggal di rumahnya, namun hanya hari Rabu sampai Jumat.

Nenek selalu mengajari Fauziah mulai menata baju, menambal kancing baju yang lepas, menggoreng tahu dan tempe, bahkan mendampinginya saat belajar..Nenek sangat gemar membaca. Begitu pula dengan mengaji. Nenek selalu memgaji setelah sholat subuh. Lama sekali mengajinya. Kata Mama, nenek mengaji one day one jus.

Sebenarnya, setelah nenek meninggal, terkadang, Ayah dan Mama Fauziah ke rumah nenek pada siang hari namun tidak pernah menginap. Kali ini, mereka sepakat untuk menginap. Mereka pergi ke rumah nenek setelah sholat isya.

Rumah nenek bersebelahan dengan rumah besar yang lama tidak berpenghuni. Katanya rumah itu berhantu. Namun, nenek memgatakan kalau kita tidak boleh takut dengan makhluk gaib. Makhluk itu memang ada, tapi tak perlu ditakuti. Buktinya, nenek sering tinggal sendirian di rumah beliau. Bahkan pada saat lampu matipun, nenek tidak takut. Mama Fauziah sebenarnya menyarankan nenek untuk tinggal bersama di rumah mereka. Tapi nenek menolak. Nenek lebih suka tinggal di rumah sendiri karena tidak mau meninggalkan pengajian di masjid dekat rumah beliau.

Malam ini Fauziah tidak dapat tidur. Ia ingat kembali perkataan nenek pada Mamanya. Fauziah menguping pembicaraan nenek dan Mamanya tentang makhluk gaib di rumah sebelah. Menurut cerita orang yang kontrak di rumah itu, sering dipanggil seseorang, tapi entah siapa yang memanggil. Akhirnya, orang yang menyewa rumah tersebut tidak mrlamjutkan kontrakannya.

"Meskipun rumah Ibuk bersebelahan dengan rumah yang katanya berhantu tapi Ibuk tak pernah mengalami hal yang aneh, " kata nenek pada Mama.

Hari sudah larut malam. Fauziah tetap tidak bisa tidur. Padahal, saat nenek masih hidup, ia tidak merasa takut. Sebenarnya ia ingin sekali ke kamar mandi tapi takut sendirian. Akhirnya, Fauziah membangunkan ayahnya. Ia minta ayahnya mengantar ke kamat mandi.

Kebun belakang dekat kamar mandi sangat gelap. Tiba-tiba Fauziah berteriak " Hantu, haaanntuu!"

Ayahpun menyalakan lampu kebum. Ternyata, sosok yang dikira hantu itu adalah alat pengepel lantai yang tergantung di pojok kebun depan kamar mandi.

"Makhluk gaib itu ada. Tapi derajat manusia lebih tinggi. Tidak perlu takut. Ketakutan itu berasal dari diri kita sendiri," kata ayah Fauziah.

Fauziah terdiam. Benar juga kata ayah. Nenek pun pernah bilang begitu. Sudah bertahun-tahun nenek tinggal di situ, namun nenek Fauziah enjoy saja.

Rumahku, 9 November 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post