tantangan(191) WONDER WOMAN ITU BERNAMA IBU
#tantangan(191)
WONDER WOMAN ITU BERNAMA IBU
Oleh Laili Rusmawaty
Sebenarnya, saya tak sanggup lagi mengungkapkan kata-kata tentang sosok almarhum Ibu karena beberapa artikel saya di gurusiana berkisah tentang Ibu. Ibu adalah pensiunan guru BK salah satu SMA di Surabaya. Banyak kenangan yang kami lalui bersama. Sampai Allah memanggilnya pada Jumat, 7 Februari 2020. Kamis malam, saya masih menulis di gurusiana dengan melukiskan keadaan saat itu. Ah, Jumat dini hari beliau dipanggil oleh yang Maha Berkehendak. Saya pun tertegun. Tak kuasa menangis. Sampai sekarang ada sesak di dada yang tidak bisa hilang. Ibu pergi begitu cepat.
Saya adalah anak sulung dari 3 bersaudara. Di antara anak ibu, saya adalah anak yang paling bandel dan dablek. Saya sangat dekat dengan Ibu. Kami sering berdiskusi tentang apa saja. Bagi saya, Ibu adalah guru, teman, tempat konseling, sosok humoris, sangat mandiri dan tidak pernah merepotkan siapapun. Pada uia 71 tahun, beliau masih kelihatan sehat dan selama hidup, tidak pernah sakit yang serius. Ke manapun sendiri bahkan ke rumah adik di Jakarta, beliau berangkat sendiri dengan mengatakan tak perlu khawatir, Ibu masih kuat. Sejak ditinggal Bapak pergi ke Rahmatullah pada usia 37 tahun, Ibu bertekad mendidik anak-anaknya sendiri. Bagi saya, beliau adalah wonder woman.
Ibu sering berkelakar bahwa usianya masih 17 tahun. Apabila cucu-cucu beliau bertanya,” Mbah, rambutnya kok putih semua?”
Ibu pun menjawab,” Lho, baru tahu, ya. Rambut Mbah ini disemir dengan cat rambut warna putih hahaha.”
Tiap pertemuan entah itu berkumpul dengan keluarga besar atau bersama teman-teman beliau, Ibu selalu mbanyol.
Kepergian beliau yang mendadak karena serangan jantung membuat saya tak percaya. Kejadian yang menimpa Ibu sama dengan kepergian Bapak, 34 tahun lalu. Hari Jumat juga.
Ibu. Ibu. Ibu Maafkan saya. Semoga Allah melapangkan kubur Ibu. Mudah-mudahan di akhirat nanti kami dapat berkumpul dengan Ibu di surga-Nya. Demikian juga dengan Bapak.
"Ya Robbi, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orangtua kami. Kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka mengasihi kami semenjak kecil." Aamiin.
Rumahku, 22 Desember 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
