Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
tantangan(195) KEBUN RAYA PURWODADI
Suasana Kebun Raya Purwodadi dekat pintu utama

tantangan(195) KEBUN RAYA PURWODADI

Salah satu destinasi yang murah meriah serta menambah pengetahuan tentang tumbuhan adalah Kebun Raya Purwodadi (KRP). KRP terletak di Jl. Raya Surabaya - Malang No.KM. 65, Sembung Lor, Purwodadi, Kec. Purwodadi, Pasuruan. Pemesanan tiket, dapat melalui **(censored)**

KRP merupakan salah satu dari 3 cabang Kebun Raya Indonesia berfungsi mengoleksi tumbuhan yang hidup di dataran rendah kering. Kedua cabang lainnya adalah Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Bali. KRB merupakan Balai Konservasi Tumbuhan yang bernaung di bawah Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya, Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati-LIPI (Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia).

KRP berdiri tahun 1941. Johannes Viets adalah orang Belanda pertama yang memimpin KRP (1941-1942). Johannes meletakkan pola-pola dasar pengembangan kebun raya. Tahun 1943, KRP dipimpin oleh Tanaka, orang Jepang, Saat itu, Tanaka membangun jalan utama yang membelah kebun menjadi dua, serta jalan-jalan lain dari arah utara ke selatan. Setelah masa kemerdekaan sampai saat ini, KRP dipimpin oleh bangsa Indonesia sendiri kecuali 1949-1954, yakni H.O. van Leusen, berkebangsaan Belanda. Moestopo (1945-1949) adalah orang Indonesia pertama yang memimpin KRP.

Pada mulanya, kebun ini dipergunakan untuk kegiatan penelitian tanaman perkebunan. Kemudian, tahun 1954 mulai diterapkan dasar-dasar perkebunrayaan yaitu dengan dimulainya pembuatan petak-petak tanaman koleksi. KRP dibuka untuk umum tahun 1963 ketika dipimin Sarwana. Sejak saat itu, pengembangan sarana fisik dan sistem pengelolaan kebun terus berlanjut. Dalam perkembangannya, UPT Balai Konservasi Tumbuhan KRP diharapkan akan menjadi pusat konservasi dan penelitian tumbuhan dataran rendah kering Indonesia.

KRP dibuka kembali September lalu, sejak adanya pandemi covid 19. Pengunjung harus memerhatikan protokol kesehatan. Tiket masuk akhir pekan Rp 25.000,00 per orang. Ketika berkunjung ke KRP (31/10), mobil tidak boleh masuk ke area kebun. Pengunjung masuk melewati petugas yang memeriksa suhu badan dengan termogun.

Luas KRP sekitar 85 ha dengan berbagai jenis tanaman dengan area tematik. Ada Taman Meksiko, yang berisi koleksi kaktus-kaktusan, Taman polong-polongan, koleksi bambu, paku - pakuan dan lain-lain. Terdapat juga green house, danau, kolam renang, cafe, penyewaan kuda, dan sebagainya. Satu hari tak cukup untuk mengenal semuanya.

Pengunjung bisa melihat-lihat berbagai jenis tanaman dengan berjalan kaki, menyewa sepeda, atau menaiki mobil kelinci. Kalau dulu, mobil bisa mengelilingi kebun ini, sekarang, kendaraan diparkir di halaman depan kebun.

Rumahku, 26 Desember 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post