Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(15) BUKU ADALAH NASIHAT YANG TAK KASAT MATA

(15) BUKU ADALAH NASIHAT YANG TAK KASAT MATA

Sore tadi terdengar suara pengantar paket, “Paket ...!”

Suami pun menerima paket itu. Wah, buku. Dari mana? O, ternyata dari Tante Mahmudah. Tante saya yang dokter gigi itu, mengirim 2 buku ke rumah. Ah, buku yang menggelitik untuk saya baca. Cepat-cepat saya kirim wa kepada Tante untuk mengucap terima kasih.Tante meminta kritik dan saran mengenai buku solonya, terutama buku berjudul Cerita Bunda 1.

Buku tersebut bisa disebut buku harian. Buku bersampul merah muda. Masih prototipe. Cerita Bunda 1. Nukilan kisah Tante ketika kali pertama menggunakan jilbab, kisah bersama sahabat dan suaminya yang berpulang saat kecelakaan, dan nasihat-nasihat yang menyentuh jiwa.

Sungguh terharu membaca kisah sejarah Tante untuk menjadi dokter gigi dengan jilbabnya. Perjuangan seorang mahasiswi Universitas Airlangga, yang saat itu belum banyak perempuan yang memakai jilbab seperti sekarang ini.. Hidup butuh perjuangan yang kuat.

Di akhir goresan tulisan beliau tertuang kalimat: Jangan pernah menyerah. Bila malam, terutama di sepertiga akhir, selalu kau ketuk Pintu Langit. Yakinlah, semuanya akan baik-baik saja. Beratnya pengorbanan akan terasa nikmat

Tulisan kedua tentang Bu Idha, sahabat beliau yang berpulang bersama suami karena kecelakaan, namun Allah menyelematkan bayi mereka. Hidup dengan Semangat, Jauhi Sifat Munafik, dan Amalku Aku Ukir Sendiri adalah tiga tulisan berikutnya

Setelah membaca tulisan Tante, duh saya malu. Belum bisa melakukan hal terbaik untuk diri ini apalagi orang lain.

Buku ini tambah keren bila ditambah 10 kisah lagi sehingga menjadi buku yang sebenarnya dan pengajuan ISBN. Menjadi buku yang sesungguhnya.

Kisah-kisah dalam goresan pena Tante ini menjadi nasihat yang berarti. Pada halaman pertama, beliau mengatakan bahwa buku ini aku dedikasikan untuk ananda tercinta, menantu, dan cucu serta ananda yang berkenan membaca dan mengambil ibrah darinya. Ya, termasuk saya, keponakan beliau.

Beberapa teman Tante memberikan kesan. Bagus. Bisa ditiru. Ringan, tetapi tetap bermakna... Ayo, buktikan Sahabat saya bisa membuat buku. Demikian kesan teman pertama. Kesan teman ke-2 menyatakan bahwa buku ini kontemplatif artinya penuh dengan perenungan ... bukan sekadar bercerita.... Tulisan Mbak sangat bagus. Sedangkan kesan teman ketiga adalah Matur nuwun Mbak. Tulisan panjenengan mudah diterima. Nasihat yang menyentuh. Insya Allah mengena. Bisa jadi buku saku. Tulisan agak besar, desain menarik. Imam Al Ghazali menulis buku Ayyuhal Walad. Pesan sederhana untuk sang murid.

Siapapun dapat menulis. Seperti halnya Tante saya ini. Beliau memang kutu buku.Ternyata beliau memiliki bakat terpendam lain, yakni menulis. Meskipun usia menjelang 60 tahun, tapi tak menyurutkan niat untuk menulis. Kisah yang mengalir lancar bak penulis profesional.

Semoga saya bisa memetik hikmah dari buku Tante. Perjalanan hidup dan pesan yang tertuang dalam buku ini merupakan nasihat yang tak kasat mata.

Barakallah.

Rumahku, 28 Januari 2021

(Setelah mengikuti MediaGuru, terkadang saya dapat kiriman buku gratis. Hal ini belum pernah saya alami sebelumnya. Alhamdulillah)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post