Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(201) Peran Ibu Saat Mendampingi Anak dalam PJJ

(201) Peran Ibu Saat Mendampingi Anak dalam PJJ

Berinteraksi dengan teman, bersekolah, merupakan aktivitas yang menyenangkan anak-anak. Namun, setelah pandemi covid-19 melanda, mereka banyak menghabiskan waktu di rumah. Bersekolah pun dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kamis (31/12/2020), Ikatan Wali Murid (Ikhwam) SD Muhammdiyah 2 GKB Gresik, mengundang Danang Setyo Budi Baskoro, psikolog dari Surabaya, untuk mengupas tentang permasalahan PJJ. Tema yang diangkat adalah Mengoptimalkan Peran Ibu Saat Mendampingi Anak dalam PJJ sebagai Kado untuk Ibu sebagai Refleksi Akhir Tahun.

Dihadiri 221 wali siswa dan umum melalui zoom meeting, acara ini dipandu Sayyidah Nuriyah, guru SD Muhammadiyah 2 GKB. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Nur Hamidah, menyambut baik kegiatan yang diadakan oleh Ikhwam ini. Meskipun masa pandemi, wali siswa tetap menjalin kerjasama yang baik dengan sekolah.

Danang menjelaskan bahwa perlu ada jadwal untuk anak. Sebelum pandemi, anak sudah memiliki jadwal rutin yang ia lakukan seperti bagun tidur, pergi ke sekolah, belajar sampai tidur lagi. Tetapi, saat ini, semua kegiatan dilakukan di rumah. “Jangan sampai bermain game/ hp menyita waktu paling banyak di rumah. Perlu adanya waktu terpola untuk melakukan aktivitas sesuai dengan perkembangan usia mereka ,” tutur Dadang.

Danang mengutip quote Ali Bin Abi Tholib, anakmu bukan milikmu tapi milik zamannya. “Anak-anak sekarang berbeda dengan anak-anak zaman dahulu. Mereka akan menjawab apabila kita melarang, menyuruh atau memberi nasihat. Misalnya ketika keluar rumah, harus memakai masker. Mereka akan bertanya mengapa? Kalau orang tua diam, tidak menjawab pertanyaan mereka, maka mereka akan mencari tahu di google. Karena itu, orang tua juga tidak boleh gaptek,” imbuh Danang.

Anak-anak usia 6 -12 tahun mengukur prestasi dari nilai yang mereka dapatkan. Orang tua pun harus pandai menentramkan hati kalau anak mendapat nilai rendah. Nilai 50 atau 100 tidak masalah. Yang penting anak mau belajar. Belajar adalah proses. Orangtua harus memahami, anak-anak mememiliki kecerdasan berbeda. Orangtua bisa mendampingi anak jika anak memiliki masalah dalam belajar. Bukan jadi pembantu. Biarkan mereka melakukan sendiri kewajibannya.

Komunikasi sangat penting.. Komunikasi akan berhasil jika pesan orang tua dapat diterima anak, disetujui, dan ditindaklanjuti dengan perbuatan. Keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif,kesetaraan perlu dilakukan oleh orangtua.

Dalam PJJ, orang tua harus dapat mengontrol kegiatan pembelajaran dan memfasilitasi anak belajar dengan menyediakan sarana internet yang cukup. Selain itu, orangtua harus pandai mengontrol emosi bila berkomunikasi dengan anak.

Gresik, 1 Januari 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post