Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(208) IBU ADALAH ORANG TERSABAR SEDUNIA
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.hijabfest.co%2F2019%2F08%2Fkartun-muslimah-gambar-kartun-ayah-ibu.html&psig=AOvVaw355QTY0OtjZCsaKKiSekIC&ust=1610206090071000&source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCODc36PTjO4CFQAAAAAdAAAAABAD

(208) IBU ADALAH ORANG TERSABAR SEDUNIA

Pagi ini Anto tanpa izin ibunya, langsung saja memakan soto panas yang terhidang di meja makan. Setelah sholat subuh, Anto tidur lagi. Ia tidak tahu bahwa soto itu dari tetangga sebelah. Ia pun lupa bahwa hari ini adalah hari Kamis, waktunya Anto puasa sunah Senin-Kamis.

“Lho, kamu lupa kalau hari ini Kamis? Ibu sudah mengingatkanmu untuk sahur, tapi kamu masih tidur padahal 10 menit lagi sudah keburu imsyak, “ kata Ibu Anto.

“Oya, ya. Hari ini Kamis. Tapi... Anto lapar sekali. Anto batal ya, Bu,”kata Anto pada Ibunya.

Ibu Anto diam tidak menjawab.Ibu berharap Anto berlatih puasa Senin Kamis untuk persiapan puasa Ramadhan yang tiba 100 hari lagi. Namun, Ibu tidak dapat mencegah Anto yang sangat lahap makannya dan hampir habis.

“Wah, sotonya enak, Bu. Terima kasih, ya,” kata Anto.

“Lho, itu soto dari Bu Atin, tetangga sebelah kita. Ayo, mandi sana, pembelajaran daring segera dimulai,” kata Ibu.

Ibu Anto mengucapkan syukur karena pada masa pandemi ini ia dan Anto masih bisa bertahan hidup. Anto adalah anak yatim. Ayah Anto sudah lama meninggal saat Anto duduk di TK.

Siangnya, Ibu Anto membuat kue dorayaki. Kue ini pesanan Bu Ima karena nanti sore cucunya dari Jakarta akan datang. Anto senang sekali karena kue dorayaki adalah kue kesukaannya. Ini pertama kali Ibu Anto membuat kue dorayaki. Ibu berjanji akan membuatkan kue dorayaki apabila ada orang yang pesan. Ibu Anto mencari resep dorayaki di google.

Ibu menyisakan 5 kue untuk dimakan sendiri. Ternyata, Anto telah memakannya sampai habis. Anto tidak menyisakan untuk Ibunya seperti yang ia lakukan saat makan soto tadi pagi.

Setelah sholat ashar, Anto seharusnya pergi ke mushola belakang untuk mengaji. Ibunya sudah pergi duluan karena Ibu Anto adalah guru mengaji.

Anto tidak dapat menahan kantuknya. Tiba-tiba ia tertidur. Ia lupa untuk mengaji.

Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore, namun Anto tidak datang ke mushola. Ibu Anto tidak mungkin menelepon Anto karena hanya memiliki hp satu. Bila pembelajaran daring, hp itu dipinjam Anto untuk berkomunikasi dengan guru dan teman-temannya di grup wa.

Ibu Anto adalah guru mengaji. Untuk menghidupi keluarganya, Bu Anto berjualan kue sesuai pesanan dan menjadi guru mengaji. Meskipun masa pandemi, Ibu Anto tetap mengajar mengaji di mushola pada 3 buan terakhir sebelum Akhir tahun 2020. Pada masa pandemi ini Ibu Anto hanya mengajarmengaji satu kali dalam satu minggu. Itupun hanya hari Kamis. Anak-anak yang datang mengaji harus tetap mematuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, sering mencuci tangan dan jaga jarak. Di muhola setalh disediakan sanitizer dan sabun cair. Sebelum pandemi, anak-anak mengaji tiap Senin sampai Jumat. Sabtu dan Minggu libur. Biasanyaa, setelah mengaji, mereka bermain-main di sekitar mushoa. Namun, untuk saat ini, anak-anak harus segera pulang setelah mengaji. Anak-anak yang meninggalkan mushola, harus cuci tangan terlebih dahulu.

“Assalamu alaikum,” ucap Ibu Anto ketika memasuki rumah.

Assalamu alaikum,” ucap Ibu Anto sekali lagi.

Tidak ada yang menjawab salam Bu Anto. Bu Anto segera pergi ke kamar Anto. Ibu Anto melihat Anto masih tertidur.

“Assalamu alaikum, Anto,” kata Ibu Anto sambil membangunkan Anto.

“Waaaikum salam, Bu,” jawab Anto sambil mengusap-ngusap matanya.

“Anto, kamu tidak mengaji, ya?” tanya Ibu Anto.

Anto diam tidak menjawab pertanyaan Ibu Anto.

“Anto, kamu tidak mengaji, ya?” tanya Ibu sekali lagi.

“Anto sakit pertut, Bu,” jawab Anto sambil memegang perutnya.

Tiba-tiba Anto berlari ke kamar mandi untuk buang air besar. Ternyata, ia terkena diare.

“Bu, Anto diare,” kata Anto kepada Ibunya.

“Sebentar, ya. Ibu harus ganti pakaian dan cuci tangan setelah dari mengajar tadi,” kata Ibu Anto.

Setelah itu, Ibu Anto membuat minuman hangat dicampur dengan garam dan gula.

“Anto, coba minum. Ini pertolongan pertama agar kamu tidak diare lagi,” kata Ibu Anto.

“Lho, kok asin, Bu,” tanya Anto.

“Iya, minuman itu disebut oralit. Minuan pencegah diare. Ibu mencampurkan garam dan gula ke dalam air yang kamu minum itu. Mungkin kamu tadi tidak cuci tangan ketika makan dorayaki,” kata Ibu Anto.

Anto pun meminum oralit itu sampai habis. Ia merasakan perutnya lebih enak.

“Bu,” kata Anto.

“Ada apa, Nak?”

“Maafkan Anto, ya. Tadi Anto tidak puasa Senin Kamis. Lalu makan soto dan dorayaki tanpa menyisakan untuk Ibu,” kata Anto menyesal.

“Tidak apa-apa, Anto. Sebenarnya, kalau kamu tidak sengaja makan soto tadi pagi, saat puasa, puasa bisa kamu teruskan. Namun kamu sepertinya tergoda dengan soto itu. Meskipun sunah dan tidak wajib, puasa Senin Kamis itu sangat bermanfaat untuk kita. Apalagi untuk melatih puasa wajib di bulan Ramadhan nanti,”kata Ibu Anto

“Selain mendapatkan pahala, puasa Senin Kamis menyehatkan tubuh, Pintu-pintu surga dibuka pada dua hari, yaitu pada hari Senin dan Kamis.Pada hari-hari inilah dosa setiap orang akan diampuni, kecuali dua orang mukmin yang sedang bermusuhan.Orang-orang yang rajin mengamalkan ibadah puasa, akan memasuki surga khusus yang bernama Ar-Rayyan. Amal-amal manusia akan diperiksa oleh Allah SWT pada kedua hari ini.puasa ini termasuk salah satu ibadah yang disukai oleh Rasulullah,’ kata Ibu Anto menjelaskan.

“Ketika kamum muslimin menang pada perang Badar, ada seorang sahabat bertanya pada Rasulullah, perang apa yang lebih hebat daripada perang Badar. Rasulullullah menjawab, yakni perang melawan hawa nafsu diri sendiri. Melawan diri sendiri itu yang paling berat. Nah, kamu tadi tak tahan melihat soto dan dorayaki yang enak itu ya. Hari ini kamu mempelajari banyak hal, ya. Ibu tidak menyuruh kamu untuk puasa Senin Kamis, namun ibu ingin puasa itu berasal dari diri kamu sendiri. Kalau puasa Ramadhan, ya, Ibu paksa,” kata Ibu Anto.

Anto langsung memeluk Ibunya. Ia sudah kelas 6 seharusnya sudah tahu kesusahan Ibu apalagi Ibu sendiri. Ia banyak mendengarkan penjelasan Pak Ikhsan, guru agamanya, bahwa Ibu adalah orang yang sangat mengasihi anaknya. Ibu akan melakukan apa saja untuk anaknya. Tak terasa, air mata Anto mengalir. Ia pun lupa untuk mengaji. Padahal ia berjanji untuk rajin mengaji. Selain itu, di mushola, ia bisa bertemu dengan teman-temannya.

“Lho, kok menangis. Nggak apa-apa. Ibu senang kamu mengerti. Semoga kamu menjadi anak yang sholeh, ya, Nak,” kata Bu Anto sambil memeluk erat-erat anaknya.

Gresik, 8 Januari 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post