Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(45) INGIN MEMILIKI TANAMAN KAKTUS
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.dekoruma.com%2Fartikel%2F79531%2Fkaktus-hias-tahan-banting&psig=AOvVaw2K8_5btYchicejcbxdEhVM&ust=1614525225552000&source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCOD1qMy1iu8CFQAAAAAdAAAAABAD

(45) INGIN MEMILIKI TANAMAN KAKTUS

Pada masa pandemi ini, Dila memiliki kebiasaan baru yaitu melihat-lihat tanaman kaktus di internet. Ia pun sering memerhatikan chat teman-temannya di whatapp grup tentang tanaman kaktus. Ia ingin juga memiliki tanaman itu.

“Ma, tanaman kaktus itu apa sih?” tanya Dila pada Mamanya.

“Lho, kemarin kita ke Kebun Raya Purwodadi, kan? Mama sudah tunjukkan tanaman kaktus itu pada Dila,” kata Mama.

“Tapi di internet kok tanamannya kecil-kecil. Bagus-bagus dan warna-warni lagi. Di Kebun Raya Purwodadi besar-besar dan hanya hijau saja,” kata Dila.

“O, kalau kaktus di sana, ditanam di tanah. Sedangkan yang kamu lihat di internet itu telah dibudidayakan,” kata Mama.

“Dibudidayakan itu apa, Ma?” tanya Dila.

“Dibudidayakan itu artinya diolah, diperbanyak, dan dirawat. Lalu nanti bisa dijual,” kata Mama.

“O, begitu,” kata Dila sambil manggut-manggut.

“Ma,” kata Dila.

“Apa,” tanya Mama.

“Boleh tidak Dila memelihara kaktus?

“Boleh saja. Asal, kamu pandai merawatnya. Tidak boleh banyak disiram karena tanaman ini sebenarnya tanaman gurun. Jadi, kalau musim hujan seperti ini, jangan sampai kena hujan tiap hari apalagi tanaman yang masih kecil. Nanti bisa mati,” kata Mama.

Dila pun penasaran. Ia membuka internet untuk mencari tahu tentang tumbuhan kaktus.

Kaktus termasuk ke dalam golongan tanaman sukulen, yakni tanaman yang menyimpan air hanya di batang. Batang tanaman ini mampu menampung air yang besar dan memiliki bentuk yang bervariasi. Untuk dapat bertahan di daerah gurun yang gersang, kaktus akan membuka stomata (lubang-lubang yang sangat kecil) pada malam hari. Banyak jenis kaktus yang memiliki duri yang panjang serta tajam. Duri itu sebagai alat pelindung terhadap hewan pemakan tumbuhan.

“Ma,” kata Dila lagi.

“Ya,” jawab Mama.

“Boleh tidak Dila memelihara kaktus?”

“Lho, kaktus itu sekarang menjadi tanaman hias. Harganya mahal Dila. Mama tidak sanggup membelinya,” kata Mama.

“Bagaimana kalau Dila membeli dengan uang Dila sendiri?” tanya Dila.

“Boleh. Tapi sekarang kamu tidak dapat uang jajan dari Papa karena tidak ke sekolah,” kata Mama.

“Dila punya tabungan, Ma. Saat sebelum pandemi, Dila sudah menabung satu hari 2000 rupiah,” kata Dila.

“Mama perbolehkan asal, beli kaktus yang sesuai kantong kita. Mama hanya mau kamu beli 1 kaktus saja, Ok? ,” kata Mama.

“Siap, Ma,” jawab Dila.

Esok harinya setelah pembelajaran daring selesai, Mama dan Dila pergi ke penjual tanaman. Ternyata di tempat itu banyak juga pembeli. Dila tahu bahwa saat ini banyak orang yang membeli tanaman hias untuk mengisi waktu dan keperluan lain.

Mama dan Dila melihat-lihat tanaman kaktus. Wah, semua bagus. Dila bingung memilihnya. Akhirnya, Dila memilih tanaman kaktus dengan bunga kuning. Semoga tanaman ini sesuai dengan uang tabungan Dila.

“Berapa harga kaktus ini, Pak?” tanya Mama.

“Empat puluh ribu, Bu, kata penjual bunga.

“Wah, kecil begini kok mahal, ya?” tanya Mama.

“Iya, Bu,” kata penjual bunga.

“Bagaimana kalau tiga puluh ribu?” tawar Mana.

“Tidak boleh, Bu."

”kalau begitu berapa, Bang. Jangan mahal-mahal,” kata Mama

“ Tiga puluh dua ribu, Bu. Ini sudah mentok. Tidak boleh ditawar lagi,” kata penjual bunga.

“Bagaimana Dila, apa mau dengan harga segitu?” tanya Mama.

“Boleh Ma. Kebetulan uang tabungan Dila 50 ribu. Ini, Ma,” kata Dila sambil memberikan uang itu pada Mama.

Sambil mengendarai sepeda motor menuju ke rumah, Mama dan Dila bercakap-cakap seputar tanaman kaktus. Dila berjanji untuk merawat tanaman ini dengan baik. Mama memperbolehkan Dila memelihara tanaman ini agar melatih Dila bertanggung jawab atas barang yang dimilikinya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post