(61) BANYAK YANG BISA KITA GALI DARI WEBINAR XXX (1) HARUS SELEKTIF DALAM MEMBACA BUKU
Webinar XXX yang diselenggarakan MediaGuru Indonesia (14/3/2021) memang luar biasa. Narasumber yang tampil adalah anak-anak yang patut diancungi jempol. Mereka tidak kalah serunya ketika tampil. Dengan rasa percaya diri dan tuturan bahasa anak-anak, mereka tampil bak narasumber terkenal.
Mereka adalah 5 penulis yang lolos dalam lomba menulis bulan Februari 2021 yang mengambil tema Anak Indonesia Cinta Buku. Mereka adalah Syahida Amalina A’la , Adyksya Rakha Dhananjaya, Magriani Mukti, Zahra Dwi Annisa, dan Niha Halnum Syalsabila.
Webinar ini adalah webinar ke-30 sejak hadir awal tahun 2020 lalu. Dengan dilatarbelakangi mengumandangkan literasi di Indonesia, MediaGuru Indonesia (MGI) yang dipimpin oleh Pak Muhammad Ihsan, memiliki keinginan yang mulia, yakni guru dapat menulis dan membuat buku. Namun, tak sampai di situ saja, siswa pun bisa menulis. Dalam MGI terdapat gurusiana, yakni blog menulis para guru dan sasisabu, blog siswa yang ingin menumpahkan tulisan di sana.
Hadir pula, Pak Aris Hilman Nugraha, Ketua Umum IKAPI Tahun 2020- 2025. Pak Aris mengapresiasi acara seperti ini. “Hal-hal semacam ini yang menjangkau anak-anak, para orangtua, para guru,dan pemerintah adalah sesuatu yang penting kita perhatikan dan tanamkan minat membaca sekaligus menulis,” kata Pak Aris. Bila masyarakat tingkat literasinya tinggi maka negara itu akan maju.
Pak Arif menceritakan bahwa sejak kecil, ia suka membaca dan menulis. Apabila kita suka membaca, imajinasi kita tak terbatas. Pak Arif mencontohkan buku yang laris yakni Hafalan Surat Delisa karya Tere Liye. Tere Liye tak pernah ke Aceh tetapi ia bisa menggambarkan bagaimana dahsyatnya Gempa di Aceh beberapa waktu lalu. (Pak Arif menjelaskan panjang lebar tentang indeks literasi di Indonesia, yang nanti akan menjadi tulisan tersendiri)
Syahida Amalina A’la, siswa SDIT Tamtama Bogor, Kota Bogor, kelas 6, sebagai narasumber pertama. Ia menyarankan agar kita selektif memilih buku. Misalnya pada buku Kisah Keteladanan Nabi dan Rosul. Bagian akhir ada cerita tersebut ada yang aneh seperti dongeng Pinokio, Putri Salju. Dengan adanya dongeng tersebut, seolah-olah Kisah Keteladanan Nabi dan Rosul juga sebuah dongeng. Jadi, orangtua harus selektif dalam memilih buku untuk anaknya.
Ada buku Islami namun ketika kita melihat isi di dalamnya ternyata banyak hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam seperti kekerasan, pornografi dan lain-lain. "Perlu kehati-hatian untuk memilih buku yang kita baca,” demikian kata Syahida.
(bersambung)
Rumahku, 15 Maret 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
