(102) BU TUTI SEBAGAI PANUTAN DI SEKOLAH
Menjadi guru yang mempunyai tugas tambahan memang harus pandai-pandai mengatur waktu dengan baik. Tugas tambahan itu menyita waktu apalagi untuk urusan pribadi. Demikian juga dengan Bu Tuti. beliau adalah guru senior yang tiap tahun mendapat tugas tambahan. Entah menjadi wakil kepala sekolah atau pengurus perpustakaan.
Beliau adalah guru berprestasi. Meskipun sudah berusia 55 tahun ke atas, beliau masih energik. Dalam satu minggu, bersama suami, berkeliling kota menaiki sepeda atau jalan kaki. Beliau pun menjadi penasihat bagi yunior-yuniornya. Beliau menjadi panutan guru-guru di lingkungan kerjanya. Sudah setahun ini Bu Tuti tidak bersedia diberi tugas tambahan. Beliau merasa sudah sepuh. Beliau ingin menjadi guru biasa. Biarlah guru yang muda-muda yang memegang estafet kepemimpinan. Keinginan beliau hanya satu, bisa memerhatikan Ibunda yang telah lanjut usia dan mengurus cucu.
Bu Tuti sangat memperhatikan rekan kerjanya. Sudah 10 tahun lebih, beliau tidak mengurus kenaikan pangkat. Beliau pun merasa tak sanggup. Berkas SK Mengajar yang beliau punya, beliau serahkan pada Bu Nining yang kebetulan satu rumpun mata pelajaran. Bu Nining terharu dengan kebaikan Bu Tuti. Bu Nining tak bisa membalas kebaikan Bu Tuti. Ia hanya bisa berdoa untuk kebaikan dan kesehatan Bu Tuti dan keluarga.
Rumahku, 25 April 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan