(90) NASIHAT MENGAJAK KEPADA KEBAIKAN
Beberapa hari yang lalu, di laman pwmu.com, saya membaca artikel Pak Nur Cholis Huda, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Beliau yang akrab disapa Pak Nur ini, adalah sosok ustadz yang memiliki pengetahuan dan pemikiran yang luas. Beberapa buku sudah beliau tulis. Buku-buku beliau berisi hal-hal yang ringan namun syarat dengan keteladanan hidup. Salah satu buku beliau yang saya miliki adalah Rumput Tetangga Tidak Lebih Hijau (namun masih dipinjam teman, hehe). Salah satu tulisan beliau di kolom **(censored)** adalah Meningkatkan Kualitas Puasa dengan Lima ‘S’.
Beliau mengatakan bahwa apa yang disampaikan ini adalah kultum Ramadan. Kuliah tujuh menit. Apa lima ‘S’ itu?
Pertama, salat
Perbanyak sujud. Selain salat wajib, bisa ditambah dengan salat sunah.
“Jika nanti dalam hisab di akhirat salat kita kurang baik, tidak sempurna, maka Allah perintahkan malaikat memeriksa shalat sunnah kita. Salat sunnah itu dipakai untuk menambal dan melengkapai salat kita yang belum sempurna itu,” demikian kata Pak Nur.
Kedua, sedekah
“Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan sebelum kalian menginfakkan sesuatu yang kalian cintai. Dan apa saja yang kalian infakkan maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui hal itu” (Ali Imran 92).
Setelah ayat ini turun, pengaruhnya sangat besar kepada para sahabat. Memberikan barang yang kita sukai memang berat. Pak Nur memberi contoh kisah Rasulullah dan para sahabat ketika bersedekah. Mereka ikhlas memberikan kepada orang lain.
Ketiga, senyum yang semanak
Senyum yang semanak artinya familier, bersikap baik dengan siapa saja.
“Jangan kamu pelengoskan pipimu dari orang lain (sikap angkuh) dan jangan berjalan di bumi dengan sombong. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang sombong dan membanggakan diri” ( QS. Lukman 18).
Pada zaman Rasulullah, ada seorang perempuan tekun salat, puasa, dan dermawan. Namun, menurut Rasulullah, dia lebih dekat ke neraka karena lisannya tajam. Sering melukai hati tetangganya.
Keempat, suka mengaji
“Bacalah al-Quran, sesungguhnya pada hari kiamat akan datang memberi syafaat bagi pembacanya (HR Muslim).
“Yang sangat penting juga ialah membaca al-Quran di rumah. Supaya sinar Ilahi masuk dalam kehidupan rumah tangga kita. Supaya hidup tidak sumpek. Supaya suami tidak gampang marah. Supaya istri tidak cerewat. Supaya anak-anak hidup dalam suasana yang agamis,” demikian kata Pak Nur.
Kelima, selalu berzikir“Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu.” (al-Baqarah 152). “Ketahuilah, dengan berzikir kepada Allah hati menjadi tentram.” (ar-Ra’ad 28).
Zikir menambah timbangan kebaikan kita dan menjadi bekal di akhirat kelak.
Demikian kultum dari Pak Nur Cholis Huda. Semoga bermanfaat. Selamat menjalankan puasa. Semoga Allah meridhoi apa yang kita kerjakan. Aamiin.
Rumahku, 13 April 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
