(130) KUE LEBARAN HABIS TAK TERSISA
Silaturahmi dan halal bihahal merupakan tradisi yang baik untuk mempererat persaudaraan dan persahabatan. Apalagi pada bulan Syawal ini. Setelah berpuasa di Ramadan, kita mengharapkan kembali menjadi manusia yang bisa mengendalikan diri seperti saat Ramadan. Ini pelajaran berharga di antara hikmah bulan Ramadan.
Biasanya, saling berkunjung dari rumah ke rumah dilakukan, atau halal bihalal keluarga besar di suatu tempat. Kue lebaran pun tak ketinggalan menjadi makanan wajib sebagai hidangan seperti nastar, kastengel, kue sus kering, putri salju, lidah kucing, dan kacang kacangan seperti mete atau kacang telur. Namun, tahun ini cukup video call atau bertemu di zoom meeting cloud dengan menyantap makanan yang terdapat di rumah masing-masing.
Bagaimana dengan kunjungan saudara di rumah kami? Jangan ditanya karena jarang ada tamu ke rumah. Maklum, kami yang akan berkunjung ke sanak saudara yang menjadi tetua/sesepuh dan karena masih pandemi. Jangan bilang-bilang kalau kue lebaran yang ada di rumah kami itu hasil dari kiriman adik atau parsel dari sekolah atau kantor suami. Ada kurma, nastar, lidah kucing, dan kue kering lainnya. Tak dinyana, dalam satu minggu kue-kue itu habis tak tersisa karena dimakan sendiri di rumah.
Rumahku, 23 Mei 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
