(134) LONTONG BALAP
Siapa yang tak kenal lontong balap. Makanan khas Surabaya ini adalah salah satu makanan favorit saya. Mengutip instagram @Surabaya, Senin (21/10/2019), makanan khas ini ada sejak 1913. Disebut lontong balap karena saat itu pedagang menjual lontong balap dengan cara memikul (membawa barang dengan menggantungkannya di tongkat (pikulan) yang ditaruh di atas bahu). Tempat kuah lontong balap pun memiliki ciri tersendiri, yakni sebuah gentong besar terbuat dari tanah liat.
Saya jadi ingat kala masih kecil, saat itu penjual lontong balap memikul dagangannya keliling kampung. Sekarang pun masih bisa dijumpai, namun sudah banyak menetap menjadi sebuah warung atau depot. Kini, penjual lontong banyak memakai rombong seperti penjual bakso.
Lontong, taoge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal petis adalah bahan-bahannya. Lontong dipotong-potong di atas piring. Potongan itu dicampur dengan irisan tahu dan lentho dan dibubuhi kecambang setengah matang. Setelah itu diberi kuah sesuai selera. Diberi sambal petis, kecap, dan ditaburi bawang goreng. Apalagi makan dengan sate kerang. Wah, maknyus, deh.
Tahukah sobat, apa itu lentho? Kalau arek Suroboyo dan sekitarnya tahu. Namun, di daerah lain, mungkin ada yang belum mengenalnya. Lentho berasal dari singkong dan kacang tolo yang diolah sedemikian rupa menjadi makanan mendamping lontong balap.
Ketika mengandung anak pertama, saya ngidam lontong balap. Hampir warung atau pedagang lontong balap sekitar Gresik Kota Baru, saya kunjungi. Di Cerme pun terdapat penjual lontong balap yang cukup ramai pengunjung. Di samping penjara Banjarsari juga terdapat penjual lontong balap yang tak kalah enaknya. Maklum saya sering membelinya ketika masih mengajar di daerah Cerme, Gresik.
Terakhir kali, ketika ada keperluan ke Surabaya (21/5/2021), saya dan suami mampir ke lontong balap jalan Rajawali. Siapa yang suka makan lontong balap? Silakan tunjuk jari hehe.
Terima kasih.
Rumahku, 27 Mei 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
