(147) SAKIT GIGI
Satu hari ini Pak Tatang diam seribu bahasa. Ia tidak menimpali perkataan Bu Tatang. Pak Tatang hanya diam membisu. Bu Tatang jadi tidak enak meneruskan percakapannya. Ia pun meninggalkan suaminya seorang diri di teras rumah.
Adi, anak sulungnya pun tak berani mendekati ayahnya. Ia sebenarnya ingin menanyakan tentang kuliahnya nanti. Kalau sudah ada perkuliahan secara offline, apakah ia harus kos ataukah pulang ke rumah.
Tiba-tiba, Amik, si bungsu, tanpa basa-basi langsung berkata kepada ayahnya, "Yah, kenapa seharian ayah diam saja? Sakit gigi, ya?" Pak Tatang pun menjawab dengan anggukan kepala. Oala.
Rumahku, 9 Juni 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
