Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(169) AL QURAN SEBAGAI OBAT
internet

(169) AL QURAN SEBAGAI OBAT

Setelah pulang dari rumah Ibu untuk bersih-bersih bersama suami, segera saya membuka hp karena sejak siang, hp saya matikan. Betapa terkejutnya ketika saya membaca pesan di berbagai grup yang saya ikuti. Ada grup sekolah, grup kawan SMA, dan lain-lain. Berbagai pesan berisi berita duka tentang teman berpulang, teman dan keluarga yang sakit, memenuhinya. Doa dan ucapkan bela sungkawa dan pemberi semangat untuk teman atau kerabat yang sakit.

Memang, Indonesia sedang berduka. Korban pandemi COVID-19 semakin meningkat. Kawan-kawan berbagi kisah tentang kondisi mereka atau kerabat yang sakit. Teman-teman yang lain memberi nasihat yang menyejukkan. Saling memberi semangat.

Dari semua itu, saya tersentak dengan unggahan seorang teman di grup kelas 1 SMA. Ia membagi kolom dari **(censored)** (12/04/2020) yang ditulis oleh Ahmad Syaikhu (Anggota DPR RI) dengan judul PSBB, Al-Qur`an dan Imunitas Tubuh. Menurut banyak ahli kesehatan, salah satu cara terbaik melawan Corona adalah dengan meningkatkan imunitas.

Daya tahan tubuh antara lain dapat diperoleh dengan cara membaca Al-Qur’an. Selain tentu saja dengan makanan, minuman dan vitamin lainnya.

Mengapa Al-Qur’an dapat meningkatkan imunitas tubuh? Dalam suatu konferensi kedokteran di Kairo, Doktor Ahmad Al-Qadli menyatakan bahwa mendengarkan atau membaca Al-Quran mampu menimbulkan ketenangan jiwa.

Kondisi ini menyebabkan peningkatan daya imunitas tubuh melawan serangan penyakit.

Ahli penyakit jantung dan direktur lembaga pendidikan dan penelitian kedokteran Islam di Amerika itu menyampaikan hal tersebut setelah mengadakan riset lapangan.

Ada 210 pasien sukarela selama 48 kali pengobatan yang dibarengi dengan pembacaan Al-Quran atau memperdengarkannya. Hasilnya, 77% dari sampel acak yang terdiri dari muslim dan nonmuslim menampakkan adanya gejala pengenduran saraf yang tegang dan selanjutnya ini menimbulkan ketenangan jiwa.

Semua gejala tadi direkam dengan alat pendeteksi elektronik yang dilengkapi dengan komputer untuk mengukur setiap perubahan yang terjadi dalam tubuh selama pengobatan.

Menurut Al-Qadli, berkurangnya ketegangan saraf ini mampu mengaktifkan dan meningkatkan daya imunitas tubuh dan memperoleh proses kesembuhan pasien. Penemuan seperti ini tentu semakin meyakinkan kita terkait i’jazul Qur’an (kemu’jizatan Al-Quran).

Allah SWT sudah menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah obat, sebagaimana firman Allah SWT :

“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra : 82)

Rasulullah SAW menjelaskan dalam sebuah sabdanya:

Dan tiadalah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) membaca kitabullah (Al-Quran) dan mempelajarinya kecuali akan dikelilingi malaikat, dianugrahi ketenangan, diliputi rahmat dan disebut-sebut Allah di hadapan makhluk yang dekat kepadanya.” (HR. Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa orang yang membaca Al-Quran akan mendapatkan empat hal.

Pertama, para malaikat akan mengelilingi orang yang membaca Al-Qur’an. Mereka ikut mendengarkan bacaan Al-Qur’an, menyalami dan memelihara mereka dari berbagai bala atau musibah.

Kedua, orang yang membaca Al-Qur’an akan diberikan ketenangan jiwa; hatinya akan menjadi bersih sehingga hilanglah kebimbangan dan kegundahan dalam jiwanya.

Keempat, orang yang membaca dan mempelajarinya akan disebut-sebut oleh Allah di kalangan para malaikat.

Pengakuan orang-orang yang positif corona juga mengungkapkan bahwa saat mereka sakit dan mendengarkan banyak informasi tentang corona di media malah semakin menambah beban bagi mereka.

Jika kita masih meragukan Al-Qur’an dapat meningkatkan imunitas tubuh, ada baiknya kita bercermin dari fakta ini.

Seperti dilansir Gatra, seorang pasien berinisial ‘J’ dari Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang sebelumnya positif COVID-19, setelah menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit umum daerah (RSUD) Sulbar semakin membaik.

Bahkan pihak rumah sakit menyatakan bahwa dari hasil uji lab swab pasien dinyatakan negatif dan tidak positif lagi.

Selain ikhtiar medis yang wajib dilakukan, yang bersangkutan menurut sejumlah staf RSUD, juga rajin mengaji dan sholat lima waktu.

Berkaca dari itu, di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mari kita mengkarantina diri di rumah. Lakukan pola hidup sehat dan membersamai Al Qur’an dengan membacanya setiap hari, memahami kandungan ayat-ayatnya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada saat yang bersamaan, mudah-mudahan Allah memberikan ketenangan jiwa kepada kita. Dengan ketenangan jiwa itulah, mudah-mudahan saat kita menghadapi wabah virus corona akan bisa lebih tenang dan rasional serta imunitas tubuh kita semakin kuat.

Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari situasi seperti sekarang ini.Semoga pandemi ini segera berakhir.

Rumahku, 1 Juli 2021

Disadur dari **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post