Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(172) UJIAN MENTAL
pikiran-rakyat.com

(172) UJIAN MENTAL

Pandemi COVID-19 bukan hanya ujian untuk fisik, tetapi juga menyerang pikiran manusia. Apalagi pada akhir-akhir ini. Dengan diberlakukannnya PPKM Darurat, hampir tiap RT melakukan lockdown, seperti awal pandemi ini muncul. Perumahan dan kampung banyak yang ditutup dan hanya punya satu pintu keluar. Orang takut keluar, berpapasan, bertemu dengan orang lain. Yang terpapar pun belum menunjukkan penurunan.

Baru saja saya dan suami membeli vitamin untuk menambah kekebalan tubuh. Sebenarnya beliau keberatan kalau saya ikut. Tetapi, sejak 3 hari, saya tidak keluar rumah. Paling jauh ke halaman depan untuk menyiram bunga. Saya juga ingin membeli dan minuman sekoteng untuk dibawa pulang.

Beberapa hari lalu, saya juga sudah membeli vitamin di sebuah apotek namun obat itu sudah habis. Lalu saya pergi ke apotek lain. Alhamdulillah masih ada, tetapi harganya dua kali lipat. Hari ini Bapaknya anak-anak pun membeli vitamin yang sama di apotek yang sama, ternyata stok juga habis. Terpaksa membeli vitamin yang lain.

Penjual sekoteng pun sudah tutup. Kelihatannya jualannya telah habis. Kami terpaksa pulang dengan tangan hampa. Alhamdulillah, masih ada vitamin yang dapat dibeli.

Sepanjang perjalanan pulang, kami melihat mobil polisi, mobil satpol PP berjejer sepanjang jalan. Poisi dan satpol PP menertibkan pedagang yang masih berjualan. Memang, jam sudah penunjukkan pukul 21.00 lebih karena tadi lama antre di apotek.

Semoga Allah selalu melimpahkan kesehatan dan keselamatan bagi kita bersama. Pandemi ini pun tidak akan hilang dalam waktu singkat. Kita akan hidup bersama mungkin sampai 10 tahun yang akan datang.

Sebagai guru, saya berpikir 1 tahun bahkan lebih lama lagi, pembelajaran apakah tetap daring atau ada alternatif yang lain. Bukan ilmu yang kita berikan tetapi membangun karakter/mental (seperti disiplin, bertanggung jawab) harus tetap diberikan sebagai bekal kehidupan mereka di masa yang akan datang.

Pendidikan anak-anak harus terus berlanjut. Ini menjadi Pekerjaan Rumah kita bersama, bukan sekadar daring semata, namun membangun mental disiplin, tanggung jawab dan karakter yang lain harus tetap dilakukan. Baik oleh guru ataupun orangtua di rumah.

Memang, pandemi COVID-19 ini benar-benar ujian mental bagi kita semua.

Rumahku, 4 Juli 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post