(221) BERBURU VAKSIN
Bersyukurlah warga yang sudah lengkap vaksinnya karena banyak warga yang hanya vaksin satu kali dan belum mendapat vaksin ke-2 karena stok habis, atau malah belum mendapatkan vaksin sama sekali.
Ada sebuah cerita. Bu Rahmi namanya. Ia seorang guru. Ia tidak bisa vaksin seperti rekan-rekan guru lain karena mengidap darah tinggi. Saat itu teman-temannya mendapat vaksin sinovac.
Agar tekanan darahnya turun, ia mulai rajin minum obat penurun darah tinggi. Namun, saat ia ingin vaksin di puskesmas di dekat rumah, ia pun ditolak karena tekanan darahnya masih tinggi. Saat itu puskesmas menyediakan vaksin astra zeneca. Perawat pun.menyarankan agar ia mengikuti vaksin sinovac.
Alhamdulillah, pada pertengahan bulan lalu, ia telah divaksin dengan sukses. Sinovac. Meskipun Bu Rahmi hampir 8 jam menunggu giliran untuk disuntik. Ia pun tak sabar menunggu saat vaksin kedua.
Tibalah saat vaksin kedua. Ia datang sekitar pukul 08.00 ke suatu sarana olahraga sesuai jadwal yang tertera di kartu vaksin. Ternyata, ia tidak dapat karcis karena 600 karcis sudah ludes tepat pukul 08.00 tersebut.
Petugas menyarankan agar Bu Rahmi datang lusa karena besoknya hari Minggu. Ia pun datang pagi-pagi sekitar pukul 06.30. Ia juga ikut antre bersama orang-orang yang menginginkan vaksin ke-2. Antrean membludak. Berkerumun. Wah, bisa berpeluang tertular Covid-19.
Ada desas-desus kalau hari ini tidak ada vaksinisasi ke-2. Tapi, orang-orang tak beringsut karena belum mendapat kepastian.
Pukul 08.00 lebih, beberapa petugas mengumumkan bahwa hari ini tidak ada vaksinisasi. Ditunda sampai pada waktu yang tidak pasti karena stok vaksin sinovac kedua, habis.
Bu Rahmi kecewa. Namun ia berbesar hati karena bibinya juga mengalami hal yang sama, berburu vaksin kedua sampai 5 tempat. Waduh.
Sabar. Ini ujian.
Rumahku, 23 Agustus 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
