Laili Rusma

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(240) MENGAJARKAN SASTRA PADA SISWA

(240) MENGAJARKAN SASTRA PADA SISWA

Dalam buku Rahasial Menulis Artikel Ilmiah Populer/Opini di Media Massa karya Eko Prasetyo (2020) terdapat artikel yang menarik saya untuk berulang-ulang membacanya, yakni Mengajarkan Sastra Anak Berbasis Kreativitas, menjadi salah satu solusi mengajar sastra kepada anak/siswa di sekolah.

Saya pernah mengajar di salah satu sekolah dasar di Gresik selama 9 tahun. Mengajar sastra kepada siswa sekolah dasar memang harus dapat menumbuhkan siswa untuk senang dengan pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Saat itu saya tidak mengatakan sastra kepada siswa, namun saya menarik minat siswa untuk menyukai pelajaran yang saya berikan. Salah satunya adalah menumbuhkan kreativitas siswa untuk tampil di depan kelas atau mengikuti lomba.

Saya sering memberi pancingan pada anak agar mau tampil untuk bercerita di depan kelas. Bahkan ada siswa yang berkali-kali ingin tampil ke depan kelas atas keinginan semua teman-temannya. Dari sini saya melihat kemampuan siswa dalam berbicara/bercerita, bahkan bermain drama. Saya juga akan memberi hadiah pada siswa yang mau bercerita di depan kelas.

Mengarang adalah kegiatan yang sering saya berikan kepada siswa. Saya meniru guru bahasa Indonesia saat saya masih di sekolah dasar. Beliau memberi tugas kepada kami untuk menulis dan menulis. Sampai-sampai saya kehabisan ide. Namun, setelah menjadi guru, saya merasakan manfaat pembelajaran tersebut. Ala bisa karena biasa. Pembiasaan itu memaksa siswa untuk menggali ide setiap hari berdasar pengalaman sehari-hari atau pengalaman membaca. Saat itu saya pernah menulis Pulau Nusa Penida. Bu Beti mengira saya pernah ke pulau tersebut. Padahal, saya menulisnya karena menyukai pelajaran melihat peta buta.

Bila mengarang, siswa bebas menulis tanpa memerhatikan ejaan. Tulisan mereka harus tegak bersambung. Setelah itu, saya mengenalkan ejaan yang benar dalam menulis. Saya menginginkan siswa saya dapat menulis dan menggunakan ejaan yang tepat.

Tahun 2006, saya diterima menjadi PNS di SMA. Bagaimana mengajarkan sastra di SMA? Ikuti kisah selanjutnya.

Rumahku, 11 September 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post