(244) VAKSIN KEDUA
Bu Rahmi gekeng-geleng kepala. Pasalnya, ia belum mendapatkan vaksin ke-2. Ia seharusnya sudah vaksin tanggal 21 Agustus lalu. Namun, saat ia datang ke lokasi vaksin, ternyata ia kehabisan karcis. 600 karcis ludes pada pukul 08.00. Ia pun disarankan untuk datang lusanya karena besok hari Minggu. Lagi-lagi, Bu Rahmi harus gigit jari karena vaksi ke-2 ketika itu, ditunda sampsi pada waktu yang belum pasti.
Memang, banyak orang yang memburu vaksin. Entah karena ingin sehat atau supaya lancar memgurus srgala sesuatu karena saat ini kartu vaksin begitu prestise. Bu Rahmi hsnya ingin agar ia sehat dan patuh kepada pemerintah karena ia adalah seorang pegawai negeri.
Tiba-tiba ada kabar bahwa ada vaksin ke-2 di tempat yang sama, setelah 2 minggu Bu Rahmi menunggu kabar. Bu Rahmi gembira dan siap-siap untuk vaksin. Ternyata impiannya pupus karena pada saat hari pelaksanaan, Bu Rahmi jatuh sakit.
Rumahku, 15 September 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan