IN HOUSE TRAINING PEMBELAJARAN MENDALAM DAN KODING AI DI SMABOM (2)
Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding AI (KA) pada hari ke-2, Rabu (17/09/2025) bertambah seru. Ada 4 agenda pada acara ini, yakni pemaparan Implementasi Learing Managemen System (LMS) SMAN 1 Kebomas (Smabom) oleh Hendra Yulisthiono, Pola Pikir Tetap dan Pola Pikir Bertumbuh oleh Nur Rohmah. Selanjutnya diteruskan penjelasan oleh Suyitno tentang Penyusunan Rencana Pembelajaran PM dan ditutup dengan pemaparan Inkuiri Kolaborasi oleh Ahmad Ali Murtadho.
Komari Bin Jainuri, Kepala Smabom mengucapkan terima kasih atas kesabaran para guru dalam kegiatan ini. Dengan adanya in house training ini diharapkan Smabom bertambah maju dengan para guru yang yang memiliki dedikasi tinggi dalam mencerdaskan anak bangsa.
"Terima kasih kepada Bapak Ibu yang tetap bertahan sampai hari ke-2 dalam kegiatan pelatihan ini. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini sekolah kita bertambah maju dan siswa kita menjadi anak yang berakhlak mulia," ujar Komari.
Hendra mendampingi para guru dalam memperkenalkan LMS yang akan segera diterapkan. dalam LMS itu terdapat fitur perangkat pembelajaran, e- learning yang dapat digunakan guru untuk mengunggah materi dan tugas, progres pembelajaran, pencatatan aktivitas, serta tes ujian.
"Bapak Ibu dapat menggunggah modul atau tugas di LMS bila Bapak Ibu berhalangan hadir di sekolah misalnya karena tugas luar. LMS ini dapat memantau kegiatan siswa dalam pengumpulan tugas, pencatatan aktivitas siswa dalam mengerjakan salat, membaca Al Quran, puasa sunah, dan lain sebagainya. Untuk tes masih terbatas pada soal pilihan ganda dan uraian," kata Hendra.
Nur Rohmah dalam penjelasan tentang pola pikir menekankan bahwa pola pikir lebih penting dari keterampilan. Terdapat pola pikir tetap dan pola pikir bertumbuh. Rohmah berharap siswa di Smabom memiliki pola pikir bertumbuh artinya ia dapat menyadari kesalahannya dan meningkatkan kemampuannya dan memperkuat karakter positif.
"Misalnya seorang anak kita tegur dan kita beri nasihat karena ia melanggar tata tertib sekolah. Bila ia melakukan pelanggaran lagi, pola pikirnya statis. Namun bila ia berubah karena mengakui kesalahan serta sadar untuk memperbaiki diri, itulah yang disebut pola pikir bertumbuh," kata Rohmah.
Peran pola pikir bertumbuh dalam PM meliputi dimensi profil kelulusan. Hal itu menjadi fokus profil luliusan yang akan dicapai yakni keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, kewarganegaraan, krteativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Prinsip pembelajarn merupakan dasar karakteristik PM yang meliputi berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Siswa mendapatkan pengalaman belajar, yakni ia memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi pembelajaran yang telah ia alami.
Guru dapat menerapkan kerangka pembelajaran dengan desain pembelajaran yaitu praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital.
Setelah ishoma, yaitu istirahat, salat duhur, dan makan, materi dilanjutkan oleh Suyitno dan Ali Murtadho.
"Yang kita bentuk bukan cuma murid yang pintar tetapi manusia yang siap hidup. PM membantu murid agar mempunyai arah hidup yang jelas, memahami nilai dan etika, siap berkontribusi, serta tangguh secara mental dan sosial. Sekolah bukan pabrik nilai. Sekolah adalah tempat tunbuhnya manusia utuh," demikian penjelasan Suyitno.
"Format RPP PM dilengkapi dengan dimensi profil lulusan. Tidak semua dimensi kita cantumkan namun beberapa dimensi yang berkaitan dengan pembelajaran yang kita lakukan. Desain pembelajaran harus ada tujuan pembelajaran, "imbuh Suyitno.
Ali menjelaskan tentang inkuiri kolaboratif. Inkuisi kolaboratif merupakan pendekatan reflektif berbasis data yang melibatkan kolaborasi antarguru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme. Nilai-nilai kepercayaan, hormat, dan memuliakan angtar anggota tim, keterbukaan dan kejujuran dalam berbagi pengalaman dan tantangan menjadi nilai-nilai yang perlu diperhatikan oleh para guru yang melakukan kerjasama.
"Inkuiri kolaboratif muncul ketika guru-guru menemukan masalah yang sama dalam satu kelas. Misalnya guru pelajaran matematika, bahasa Indonesia, sejarah berdiskusi ketika menemukan masalah yang sama. Mereka akan berkerjasama mencari solusi yang tepat. Mereka saling berkunjung ke kelas masing-masing masing dengan berbagi peran," kata Ali.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 sampai 15.00 tersebut berlangsung sersan, serius namun santai. Para narasumber menyisipi ice breaking agar kegiatan tidak berjalan monoton. Para peserta juga angusias memberi pertanyaan dan tanggapan. Apalagi beberapa celetukan terdengar ketika pembawa acara membacakan berbagai pantun yang menambah suasana di ruang guru tersebut menjadi hidup.
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Acara ditutup dengan berfoto bersama. Wajah-wajah sumringah para guru tetap dihadirkan meskipun acara memakan cukup lama. Semoga dengan kegiatan ini menjadikan guru dapat beradaptasi dengan teknologi digital namun tetap mengedepankan penguatan karakter siswa.
Gresik, 17 September 2025



Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
