BERBAGI DAN BERKOLABORASI DALAM HALAL BI HALAL TBM KABUPATEN GRESIK
Untuk mempererat silaturahmi dan sinergi antar penggerak literasi, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Gresik mengadakan Halal Bihalal dan Sharing penggerak literasi se-Kabupaten Gresik, Minggu (19/04/2026) di Rumah Pelangi Desa Suci, Kabupaten Gresik. Forum TBM adalah organisasi yang mendukung pengelola dan pegiat TBM untuk bersama meningkatkan literasi dan kecerdasan bangsa melalui sinergi dan aksi nyata.
Acara yang menggusung tema Literasi Guyub, Gresik Tumbuh, dihadiri beberapa pengurus TBM yang tersebar di wilayah Gresik. Tampak hadir pengurus TBM Rumah Pelangi, Rumah Baca Rima Cerme, TBM Cinta Kemuteran, Rumah Cahaya FLP, Taman Baca Anak Cerdas 123 Sidayu, Rumah Baca dan Bermain Yaumilbook, dan beberapa pengurus Read Aloud Gresik.
Nency Septriyana, Ketua Pengurus Forum TBM Gresik sekaligus pengelola Rumah Pelangi mengatakan bahwa pertemuan tersebut menjadi jalan untuk komunikasi dan kolaborasi pengurus TBM se-Kabupaten Gresik.
“Semoga semangat berbagi dan kolaborasi ini terus terjaga sehingga kitab bisa menebar manfaat bagi anak-anak dan masyarakat Gresik melalui budaya membaca,” imbuh Nency.
Kegiatan ini menjadi semarak dengan penampilan pemenang lomba Surat untuk Sang Bupati Gresik. Mereka adalah murid Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Gresik. Mereka membacakan surat tersebut dengan antusias. Curhatan tentang jalan yang berlubang, tidak ada penerangan di daerahnya, penguatan karakter di sekolah, dan ajakan teman-teman mereka untuk suka membaca dan berkunjung ke perpustakaan atau taman bacaan.
Jawadur Rahman, salah satu penggerak literasi Gresik, membacakan salah satu bait lagu band Perunggu. Jawadur memilih lirik lagu tersebut karena di dalamnya melukiskan perjuangan, etos kerja, dan tekad kuat seseorang untuk menggapai impian.
Aprilia, penulis asal Gresik dan salah satu pengurus Forum TBM Gresik membacakan puisi karya sendiri. Ia mengisahkan Banjir Bandang di Sumatera yang terjadi Desember 2025 lalu. Aprilia terinspirasi cerita Erik Andesra yang menyewa alat berat demi menemukan jenazah ibunya. Beberapa peserta menitikkan air mata mendengar kisah yang menyayat hati itu.
Pertemuan ini bertambah gayeng ketika para penggerak literasi memperkenalkan diri dan menumpahkan unek-uneknya ketika mengelola TBM. Ada yang niat awal memanfaatkan buku di rumah yang makin banyak, membangun komunitas di RT/RW dan desa, dan menjadikan rumah sebagai tempat penitipan anak, dengan mendesain ruang tamu seperti ruang perpustakaan.
“Harus ada niat yang kuat dan semangat untuk mewujudkan taman baca yang kita gagas,” kata Hesti, pengurus Taman Baca Cinta Kemuteran.
Diskusi semakin hangat ketika terdapat tanya jawab seputar perizinan, cara mendapatkan buku gratis, dan berbagai tips mendesain acara yang dapat menarik minat anak-anak untuk mengunjungi TBM, dan mengajak orang tua yang masih menganggap membaca itu tidak penting. Kerjasama dengan rekan yang memiliki visi yang sama membuat pekerjaan lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan bekerja sendiri. Memang, literasi adalah jalan sunyi yang mencerahkan peradaban.
Di akhir pertemuan, peserta mendapatkan suvenir buku Anakku Inilah Rebo Wekasan Tradisi Desa Suciyang penuh Kearifan yang dicetak oleh Pemerintah Desa Suci. Pertemuan ini menjadi pembuka jalan untuk berkolaborasi menguatkan literasi di Gresik.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
