Eco-Entrepreneur Inovasi Bisnis Hijau Berkelanjutan dalam Ko Kurikuler SMAN 1 Kebomas
SMAN 1 Kebomas (Smabom) Gresik kembali menghadirkan pembelajaran kontekstual melalui kegiatan kokurikuler bertema Eco-Entrepreneur: Inovasi Bisnis Hijau Berkelanjutan, Selasa – Jumat (19–22/5/2026). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan murid sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pemberian materi kewirausahaan di aula sekolah. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Smabom, Komari Bin Jainuri. Saat itu hujan turun dengan lebatnya.
“Di luar, hujan turun. Waktu hujan, menjadi salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Semoga cita-cita kalian tercapai. Bila menjadi entrepreuner, menjadi pengusaha yang peduli lingkungan,” kata Komari.
Selanjutnya murid dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang berperan sebagai sebuah start-up. Masing-masing kelompok menentukan struktur organisasi, pembagian tugas, serta identitas usaha yang akan dikembangkan.
Pada sesi berikutnya, para murid melakukan observasi lapangan seperti kantin, taman, area parkir, tempat sampah, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain. Mereka melakukan wawancara, mendokumentasikan temuan, dan mengidentifikasi berbagai permasalahan lingkungan yang dapat dijadikan peluang usaha. Setelah itu, setiap kelompok mendiskusikan berbagai alternatif solusi, menentukan ide untuk dikembangkan selama program berlangsung. Kegiatan ditutup dengan presentasi ide bisnis masing-masing kelompok di depan kelas.
Rabu (20/05/2026), murid mempelajari konsep Business Model Canvas (BMC) sebagai alat untuk merancang model bisnis secara sistematis. Mereka mengidentifikasi target pelanggan, keunggulan produk, saluran pemasaran, sumber pendapatan, hingga struktur biaya usaha.
Setelah menyusun rancangan awal bisnis, murid melakukan validasi pasar dengan mewawancarai calon konsumen yang terdiri atas murid, guru, maupun tenaga kependidikan. Mereka memperoleh berbagai masukan terkait kebutuhan pasar, harga produk, serta peluang pengembangan usaha. Berdasarkan hasil validasi tersebut, kelompok melakukan penyempurnaan ide dan finalisasi BMC sebagai persiapan tahap produksi.
Kamis (21/05/2026), seluruh kelompok memasuki tahap eksekusi dengan membuat prototipe produk atau merancang alur layanan jasa yang telah direncanakan. Setiap anggota menjalankan tugas sesuai perannya, mulai dari produksi, desain logo dan kemasan, pengelolaan keuangan, dokumentasi, hingga penyusunan strategi promosi.
Selain menghasilkan produk, murid juga mempelajari cara menentukan Unique Selling Proposition (USP) yang menjadi pembeda produk mereka dengan produk lain. Mereka menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), menyusun strategi penentuan harga, serta membuat materi promosi menggunakan pendekatan AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Hasilnya, berbagai produk kreatif dan ramah lingkungan berhasil diwujudkan dengan identitas merek yang menarik dan memiliki nilai jual yang jelas. Misalnya murid kelas X-3 membuat produk lilin aroma terapi dari minyak jelantah dengan warna menarik, sapu dari bahan daur ulang, tempat sampah dari galon bekas dan lain-lain.
Puncak kegiatan, Jumat (22/05/2026). Rencananya, murid dan guru senam bersama. Namun karena hujan lebat, murid menyiapkan stan penjualan di kelas-kelas. Guru pendamping sebagai fasilitator bertindak sebagai pengunjung sekaligus juri yang menilai kualitas produk, kreativitas pemasaran, dan kemampuan murid dalam mempresentasikan usahanya. Akumulasi dari penilaian akan menentukan kelompok terbaik tiap kelas.
Selanjutnya, seluruh peserta berkumpul di aula untuk mengikuti pameran dan pemilihan start-up terbaik. Kegiatan ini ditutup oleh Labieb Maududi, waka kurikulum yang memberi wawasan bahwa kegiatan yang dilakukan tersebut bisa ditindaklanjuti pada ajang berbagai lomba.
Selain melatih kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi murid, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa kegiatan ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Gresik, 22 Mei 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
