Gibah
Malam larut. Pagi tiba. Sekawanan nokturnal juga telah mudik ke sarang asalnya. Hanya para melata yang sengaja menunggu fajar. Sementara, di kali yg airnya tak pernah jernih, para emak MCK sambil jual-beli info. Tak peduli, info itu dari kabar burung atau kabar angin, pasti laku keras.
"Bener, lo, ini bukan ngrasani." Selalu itu kalimat pendek yang dipakai untuk membuka sesi penawaran. Transaksi pun riuh setelah makin banyak emak yang datang. Tidak perlu banyak penjaja info, dua tiga emak yang itu saja, komoditi sudah lengkap. Ada kabar rumah tangga. Ada info si A ditagih hutang marah-marah. Ada berita anak Hj. B dilamar guru sukwan (GTT). Banyak. Beraneka pula para emak menanggapi.
Silih berganti, emak datang. Ada yang muda, setengah baya, bahkan emak tua juga ada. Pukul 11.13, menjelang duhur, jual-beli info tak putus usai. Ibarat pepatah, patah tumbuh hilang berganti. Emak tua kepada emak muda bertutur, tinggal berdua saja. "Nak, jangan habiskan waktumu untuk membuka aib orang." ***
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan