Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TRIK PEMBELAJARAN SASTRA PADA MASA PANDEMI

TRIK PEMBELAJARAN SASTRA PADA MASA PANDEMI

Menciptakan “ruang pembelajaran sastra” saat ini adalah pekerjaan yang sulit dan menantang. Anak-anak saat pandemi covid-19 ini mengalami tekanan dari tantangan-tantangan emosi, mental, dan fisik yang memengaruhi perilaku dan kemampuan belajar mereka. Sayangnya, pada kondisi ini banyak guru yang belum menyadari tupoksinya. Ruang pembelajaran yang menuntut banyak sekali persediaan kreativitas dan kebijakan relatif minim didapatkan oleh anak-anak.

Anak-anak masih dihadapkan pada satu target yang harus dicapai. Para guru mengabaikan fakta kondisi saat ini. Beberapa anak dan orang tua mengeluh tidak nyaman dengan sistem daring yang dikemas dengan label BDR, PJJ, guling (guru keliling), atau apalah namanya. Anak-anak justru melakukan berbagai aktivitas kontrabelajar. Kondisi ini memicu adrenalin guru yang tidak siap dengan banyak kesabaran lantas abai dan acuh tak acuh.

Predikat guru sepatutnya berada pada kelenturan jiwa. Jika tidak lentur, pasti akan patah. Guru tidak seharusnya mengeluhkan perilaku anak-anak sehingga waktu jeda/istirahat mereka gunakan untuk berbagi cerita negatif`tentang anak didiknya. Para guru ini sebenarnya bukanlah orang jahat, tetapi mereka adalah orang-orang dewasa yang mudah lupa dengan masa kecil mereka sendiri.

Bisa saja mestinya para guru ini melakukan trik yang berikut untuk menyikapi KBM pada masa darurat ini.

Pertama, saat mengajarkan menulis sastra, tekankan pada konsep berpikir “di sini dan sekarang” (here and now). Anak-anak diarahkan untuk memahami apa yang ada pada diri dan sekitarnya. Kegiatan belajar lebih banyak pada mengidentifikasi apa yang ada pada diri dan sekitar mereka. Pada momentum ini anak-anak benar-benar dibawa untuk memahami bahasa sebagai bagian dari setiap aktivitasnya.

Kedua, dekatkan aktivitas bersastra di sisi anak-anak dengan cara “kekeluargaan” (affinity). Hindari pembedaan guru vs murid. Fasilitasi anak-anak untuk membaca, menulis, dan memperbincangkan (mendiskusikan) apa yang mereka tulis dan karya sastra apa yang mereka baca. Ajak mereka belajar mengekspresikan potensi sastranya dengan cara yang bebas dan unik. Pahamkan pula bahwa semakin baik kemampuan mereka dalam keterampilan bersastra akan semakin sukses dalam interaksi sosialnya dan dalam kehidupan pribadinya.

Ketiga, berikan kesempatan kepada anak-anak untuk bersinar. Bahwa ternyata anak-anak mampu berbuat sesuatu jika diberi kesempatan, belum banyak guru yang menyadari. Guru lebih sering menarik simpulan sebelum melakukan kajian. Anak ini tidak mampu, kelas ini termasuk kelas bawah, si A bodoh, si B nakal, dan sebagainya adalah contoh-contoh simpulan yang ditarik dari premis yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Berikan anak-anak kesempatan memulai untuk yang pertama, meski belum mampu menjadi yang terbaik. Oleh karena, yang pertama adalah yang menginspirasi, yang pertama adalah “pembuka jalan”. Kita, para guru, cenderung apriori, apatis, dan tidak banyak berharap pada kemampuan anak-anak. Kita telah, tanpa sadar, menutup kesempatan anak-anak untuk menjadi yang terbaik. Makanya, dalam berbagai kesempatan bertatap muka di kelas, sering-seringlah menyampaikan betapa pentingnya “memulai berbuat” tanpa takut salah dan kurang.

Terakhir, “Bangsa kita menderita sakit rabun membaca dan lumpuh menulis” (Taufik Ismail, dalam berbagai forum). Sindiran kritis ini dialamatkan kepada kita semua. Pembelajaran sastra yang selama ini ada di sekolah, apalagi pada masa pandemi ini, belum mampu memenuhi harapan siswa, penggiat sastra dan atau pemerhati sastra. Hidup segan mati tak hendak! Adioz***

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post