LEGENDA RORO DAN RAKA
Sesi 1
Jadi ceritanya begini:
Di sebuah desa, hiduplah sepasang suami istri. Belasan tahun berumah tangga mereka tampak rukun dan damai. Hidup di daerah pemukiman padat. Meski katanya di desa, pasangan Roro dan Raka ini sekilas tidak jauh beda dengan warga yang lain. Hanya satu yang tampak beda. Kalau warga lain mengoleksi lidah mertua (sansevieria) dan krokot (portulaca), Roro lebih suka anggrek (orchidaceae) dan monstera atau akrab orang menyebutnya janda bolong, tanaman hias yang lagi jadi topik tren saat ini.
Pola pikir dan pola hidup masyarakat di desa itu tidak seperti layaknya orang desa. Para ibu lebih suka aktivitas produktif ketimbang hanya ngerumpi. Sementara para bapak sibuk di pabrik pengolahan dan pengawetan. Tidak sedikit pula pemuda pemudi yang kreatif dengan sulam dan anyaman. Sulit menemukan warung kopi dan kafe tempat nongkrong buka pada pagi hingga sore hari.
"Jadi gini ibu-ibu..." kata Bu RT mengawali percakapan rutin pagi jelang siang seusai acara masak untuk suami dan anak-anak di keluarga masing-masing. "Kita harus punya tujuan dalam setiap misi."
"Ah, Bu RT ini selalu bikin penasaran kalau ngomong. Apa to tujuan dan misi kita?" tanya Bu Heny sambil terus jarinya sibuk dan matanya konsen di gawai.
"Kita ini 'kan tidak mau dibilang hanya suwargo nunut, nereko katut. Istri itu harus /i/ndah dipandang, /s/iap setiap saat, /t/idak hanya sebagai pelengkap, /r/eaktif terhadap aktivitas suami, /i/ngin selalu diperhatikan. Jadi, kita harus mandiri, punya kegiatan dan punya penghasilan." lanjut Bu RT.
Seperti itulah, bila para ibu bertemu di satu ruang dan waktu. Percakapan mengalir membah, sulit dibendung. Material yang terbawa pun sudah tak terpilah. Mulai dari perkakas rumah, atribut yang melekat dari atas ke bawah, hingga urusan yang au ah.
Kembali ke Roro dan Raka. Keluarga kecil ini tiba-tiba saja menjadi buah bibir.
....
(bersambung) 😁😁
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
