Mengambil Berkah di Kumpul-kumpul
Ada saja orang tidak berkenan hadir ketika diundang untuk berkumpul. Macam-macam alasan kendalanya. Ada yang terhalang oleh tugas negara. Ada yang mengaku sibuk. Ada pula yang dengan sedih mengatakan sedang tidak sehat. Nah, yang tidak menjawab undangan ini yang repot klasifikasinya. Kalau saya sebut sombong karena tidak mau kumpul, tersinggung. Kalau saya katakan malas, tidaklah, dia aktif sekali di berbagai komunitas. Entahlah!
Berkumpul identik dengan makan. Seberapa pun jumlah yang hadir, pasti ada makannya. Begitu! Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa berkumpul itu rahmat, mendatangkan rejeki dengan aneka variannya. Berbagai informasi kita dapat kalau mau kumpul. Relasi kerja dan bisnis terbentuk dari perkumpulan. Bahkan, banyak soal selesai saat kita kumpul-kumpul.
"Biasakan melakukan tindakan preventif!" Pesan Bapak H. Mukhkis, yang menyempatkan hadir dalam temu kangen dan tasyakuran alumni LP2KS 2018.
Acara kumpul ini dipelopori empat orang alumni yang baru saja menerima SK penempatan sebagai kepala sekolah.Tidak usah dibahas hal kumpul yang mendatangkan mudarat. Tidak ada manfaatnya. Asal kita kumpul tidak menggunjing atau merangkum fitnah, kumpul kita identik dengan berkah. Silakan makan! Setelah itu, kita rancang kapan kita kumpul lagi?**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
