TAK PERLU MINTA MAAF!
Lama tidak berpentigraf. Begitu ingin nulis, hanya seperti ini hasilnya. Baca hingga tuntas agar tidak gagal paham.
Ini Ramadan ke-30. Sejak pagi berseliweran sahabat, mitra kerabat, dan handai taulan mengirimkan permintaan maaf diiringi ucapan selamat idul fitri 1442 H. Aneka kreasi indah yang mereka buat. Ada yang berupa twibbonize, banner, untaian kalimat bersastra, dan lain-lain. Bahkan, ada yang sekadar meneruskan tulisan/kiriman orang lain. Nah, yang terakhir ini kurang kreatif tetapi tidak mau ketinggalan momentum.
Saking banyak dan berulangnya kiriman permintaan maaf dan ucapan di WA, timbul malas juga buka-bacanya. "Ini kiriman dari grup sana, di sini ada juga." Batinku. Tanpa pikir panjang, bersihkan pesan. Bukan bermaksud mengabaikan niat baik kerabat medsos, melainkan lebih pada persoalan kapasitas penyimpanan HP dan kuota data. Irit.
Menjelang sore, tepatnya turun salat duhur, beranda medsos makin ramai dengan twibbonize dan sticker. Makin berat beban HP-ku menerima semua ini. Kasihan! "Hm...tidak perlu meminta maaf via kiriman pesan WA. Percayalah, kalau maafku, sebelum kaupinta sudah kuberikan dengan selaksa keikhlasan. Demikian pula, tanpa kupinta, smoga engkau para sahabatku yang berbudi, berkenan memaafkan segala khilaf dan alpaku." Minal Aidin wal Faaizin**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
