BUNGA BANGKAI
Saat kecil dulu saya tidak merasa asing ketika melihat bunga bangkai, atau disebut juga Amorphophallus. Ia tumbuh santai di kebun belakang, dekat kandang ayam, seolah tidak peduli dunia. Kami anak-anak hanya tahu satu hal: bunganya besar, megah, dan baunya sanggup mengusir niat makan siang. Tapi anehnya, kami tetap penasaran. Dari jauh kami memuji bentuknya, dari dekat kami lari sambil menutup hidung.
Kini, setelah sekian lama tinggal di kompleks perumahan yang rapi dan wangi pewangi ruangan, saya tak pernah lagi melihat bunga bangkai. Yang ada hanya rumput potong seragam, pagar dicat senyum, dan tetangga yang ramah di grup WhatsApp. Semuanya tampak indah dari kejauhan. Terlalu indah, bahkan.
Bunga bangkai memang begitu: memesona mata, tapi jujur pada hidung. Ia tidak berpura-pura harum. Bau busuknya adalah pengakuan, bahwa keindahan tak selalu manis, dan kebenaran kadang membuat orang mundur teratur. Tidak semua yang cantik layak dipeluk, dan tidak semua yang wangi layak dipercaya.
Saya sering merasa, di sekitar kita kini banyak “bunga bangkai versi sosial”. Penampilannya rapi, kata-katanya manis, fotonya penuh senyum. Tapi begitu didekati—dicium lebih dalam—ada aroma yang membuat dahi berkerut: janji kosong, empati instan, dan kepedulian musiman.
Mungkin itu sebabnya bunga bangkai jarang ditemukan di perumahan modern. Ia terlalu jujur untuk lingkungan yang suka pencitraan. Ia tidak cocok dengan dunia yang ingin segalanya tampak harum, meski isinya mulai membusuk.
Dan saya rindu masa kecil, ketika kami berani mendekat, meski akhirnya lari. Karena dari bunga bangkai, saya belajar: keindahan sejati tak takut pada bau kebenaran.**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
