Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
GURU KENCING, MURID BERLARI
Apakah di sana juga sama?

GURU KENCING, MURID BERLARI

Ruang kelas IX B pagi itu terasa seperti ruang tunggu sidang. Udara pengap, papan tulis penuh rangkuman, dan Pak Je berdiri di depan kelas dengan tatapan disiplin level CCTV—diam, fokus, dan tak berkedip. Bagi murid-murid yang motivasi belajarnya sedang cuti panjang, kelas itu benar-benar mirip penjara sesaat.

Bel pergantian jam belum juga berbunyi. Jam dinding berdetak lebih lambat dari kura-kura pensiun. Beberapa murid mulai menatap jendela, membayangkan oase kebebasan bernama kantin. Tiba-tiba, Pak Je berdehem.

“Anak-anak, bapak izin ke belakang sebentar.”

Kalimat itu bagaikan mantra pembuka portal dimensi lain.

Begitu Pak Je keluar kelas, keajaiban terjadi. Kursi berderit, tas terangkat, dan dalam hitungan detik murid-murid berlari seperti atlet olimpiade dadakan. Ada yang ke kantin, ada yang ke lapangan, ada pula yang hanya ingin berdiri bebas tanpa diawasi tatapan CCTV hidup.

Namun, lima menit kemudian, Pak Je kembali. Kelas kosong. Ia tersenyum tipis. Tak marah. Tak berteriak. Ia justru menulis di papan tulis:

“Belajar itu bukan tentang diawasi, tapi disadari.”

Sepuluh menit kemudian, murid-murid kembali satu per satu dengan wajah bersalah bercampur heran. Pak Je menutup pelajaran dengan cerita, humor, dan contoh hidup nyata. Kelas mendadak hidup. Murid aktif, guru kreatif, dan pembelajaran terasa lebih bermakna.

Sejak hari itu, murid-murid paham: guru dan murid adalah relasi mutualisme. Guru memang harus digugu dan ditiru, tapi murid juga harus mau jadi subjek belajar, bukan sekadar pelari saat guru kencing. Anomali pendidikan boleh jadi rahasia umum, tapi kelas IX B memilih jadi pengecualian.**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post