KETIKA GURU WAJIB MENULIS
Ketika guru menulis, sejatinya ia sedang memberi teladan paling sederhana namun bermakna. Siswa akan lebih mudah diajak menulis jika melihat gurunya akrab dengan kata, kalimat, dan cerita. Dari sinilah inspirasi tumbuh dan kultur sekolah menulis perlahan dibangun.
Resepnya mengalir saja. Pertama, di sini dan sekarang (here and now). Menulis tak harus menunggu sempurna; biarkan gagasan mengalir. Kedua, biasakan. Menulis sedikit tetapi rutin jauh lebih efektif daripada sesekali namun berat. Ketiga, budayakan. Jadikan menulis sebagai napas sekolah: di kelas, di majalah dinding, hingga di ruang digital. Keempat, integrasikan. Menulis tidak berdiri sendiri, tetapi menyatu dengan semua mata pelajaran.
Tak ada pembelajaran menulis terbaik selain pembiasaan dan keteladanan. Ketika guru berpikir kritis dan bermain kata, siswa pun tertular semangatnya. Kecakapan berpikir dan keluwesan bahasa adalah sepasang sayap yang akan menerbangkan kemahiran menulis siswa menuju langit prestasi dan ekspresi diri.**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
