LELAKI TIDAK BERCERITA
Setiap pagi, lelaki itu berangkat lebih awal dari matahari. Perutnya sering kosong, tapi langkahnya tetap tegap. Ia tahu, rasa lapar bisa ditunda, sementara tanggung jawab tidak pernah bisa menunggu. Di saku celananya, dompet tipis berisi kartu-kartu lama dan selembar uang lusuh yang harus cukup sampai malam. Kadang bahkan tidak cukup untuk membeli bensin, namun ia tetap memutar kunci motor dan berangkat, berharap jarum penunjuk bahan bakar tidak terlalu cepat menyentuh garis merah.
Pekerjaan menyita hampir seluruh tenaganya. Siang dan malam bercampur dalam kepalanya—angka, target, teguran, dan kelelahan. Saat pulang, tubuhnya sudah habis, pikirannya pun nyaris kosong. Ia melihat anaknya tertidur di ruang tamu, mainan masih tergenggam, dan istrinya terlelap dengan wajah lelah yang tak pernah ia ceritakan padanya. Hatinya terasa sesak. Ia tahu, perhatian yang seharusnya ia beri sering terabaikan, bukan karena tak peduli, melainkan karena hidup menuntutnya terlalu keras.
Kesulitan ekonomi itu seperti beban yang hanya ia pikul sendiri. Ia tidak bercerita. Tidak pada istri, tidak pada siapa pun. Baginya, keluh kesah hanya akan menambah berat suasana. Lelaki memang jarang bercerita, bukan karena tak punya luka, tapi karena merasa harus selalu kuat.
Ia memilih diam, lalu bekerja lagi. Ia memilih menunduk, lalu berdoa lagi. Setiap malam, dalam sujud panjangnya, ia titipkan harapan sederhana: kesehatan, rezeki yang cukup, dan masa depan yang lebih baik untuk keluarganya. Usaha dan doa tak pernah ia hentikan, meski hasilnya belum juga tampak.
Ia percaya, suatu hari nanti hidup akan berubah. Mungkin tidak hari ini, mungkin juga tidak besok. Tapi selama ia masih bisa berdiri dan berjuang, ia akan terus melangkah. Lelaki itu tidak bercerita—namun di balik diamnya, ada cinta, pengorbanan, dan harapan yang tak pernah padam.**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
