LOMBOK DULU DAN KINI
Dulu, Lombok bukanlah komoditas andalan petani. Ia hanyalah nama sebuah provinsi di NTB, tenang, bersahaja, dan tidak membuat lidah terbakar. Kalau orang menyebut Lombok, yang terbayang adalah pantai, bukit, dan senyum ramah, bukan sambal level neraka.
Tahun 2011, Lombok masih terbilang perawan. Setidaknya begitulah kesanku ketika aku mengantarkan muridku mengikuti Festival dan Lomba Seni Nasional. Jalanan belum ramai oleh turis berburu swafoto, harga makanan masih bersahabat, dan kata “pedas” masih bisa ditawar. Saat itu, lombok ya Lombok—huruf kecil atau besar tak banyak beda, sama-sama menenangkan.
Kini, Lombok berubah drastis. Ia menjadi mahal. Bukan hanya sebagai destinasi wisata, tapi juga sebagai komoditas andalan petani dan warung ayam geprek. Lombok kini tak lagi sekadar nama tempat, melainkan senjata kuliner. Di mana-mana ada tulisan: Level 1 sampai Level 10. Anehnya, semakin pedas, semakin mahal, dan semakin banyak yang rela menderita sambil berkeringat.
Petani tersenyum, pemilik warung tertawa, sementara lidah-lidah berguguran di medan sambal. Lombok kecil kini lebih berkuasa daripada Lombok besar. Ia menentukan harga, gengsi, bahkan pertemanan—karena tidak semua persahabatan kuat menghadapi sambal level ekstrem.
Aku? Aku tetap mengagumi “lombok”. Baik yang berupa pulau maupun yang berupa cabai. Meski jujur saja, aku tak suka pedasnya. Bagiku, Lombok cukup dikagumi dari kejauhan—dinikmati ceritanya, difoto keindahannya, dan dicicipi sambalnya… sedikit saja.**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
