Mashudi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Normalisasi Body Shaming
Kita semua sama, punya peluang dan menang

Normalisasi Body Shaming

Di lingkungan sekolah, praktik memanggil teman berdasarkan ciri fisik masih sering dianggap lumrah. Anak dengan rambut keriting, hidung pesek, kaki pincang, atau kulit hitam kerap dijadikan bahan ejekan. Julukan semacam itu sering dibungkus sebagai candaan, padahal sejatinya merupakan bentuk body shaming. Ketika perilaku ini terus berulang tanpa koreksi, verbal bullying pun menjadi kebiasaan yang dinormalisasi.

Dalam perspektif psikologi sosial, tokoh seperti Albert Bandura menekankan bahwa perilaku manusia banyak dipelajari melalui proses peniruan sosial. Anak-anak meniru bahasa dan sikap yang mereka lihat di lingkungan sekitar—baik dari teman sebaya, guru, maupun media. Ketika ejekan fisik tidak ditegur, bahkan ditertawakan bersama, anak belajar bahwa perilaku tersebut dapat diterima secara sosial. Normalisasi inilah yang membuat body shaming terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dampak body shaming bagi korban tidak bisa dianggap sepele. Korban berisiko mengalami penurunan harga diri, kecemasan sosial, hingga gangguan citra tubuh. Dalam jangka panjang, ejekan verbal dapat memicu depresi, menarik diri dari lingkungan sosial, dan menurunkan motivasi belajar. Luka psikologis ini sering kali bertahan lebih lama dibanding luka fisik.

Karena itu, diperlukan mitigasi yang serius dan berkelanjutan. Sekolah perlu menegakkan kebijakan anti-perundungan yang jelas, disertai edukasi empati dan literasi emosional sejak dini. Guru dan orang tua harus menjadi teladan dalam penggunaan bahasa yang menghargai keberagaman tubuh. Dengan intervensi yang konsisten, kebiasaan body shaming dapat dihentikan, digantikan oleh budaya saling menghormati dan menerima perbedaan sebagai bagian alami dari kemanusiaan.**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post